Breaking News:

Bobby Rizaldi Plt Ketua Golkar Sumsel

Dodi Ditangkap KPK, Peta Politik Sumsel Berubah, Agung Firman Disebut Bisa Jadi Kandidat Pilgub 2024

Pasca Dodi Reza Alex Noerdin resmi ditetapkan oleh KPK sabagai tersangka dan ditahan, peta perpolitikan tingkat provinsi Sumsel kedepan akan berubah.

Tribunsumsel.com
Ketua BPK RI Agung Firman Sampurna disebut bisa menjadi kandidat pada Pilgub Sumsel 2024. Peta perpolitikan Sumsel berubah pascda ditangkapnya Bupati Musi Banyuasin juga Ketua Golkar Sumsel Dodi Reza Alex. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Pasca Bupati Musi Banyuasi (Muba) sekaligus Ketua DPD I Golkar Sumsel Dodi Reza Alex Noerdin resmi ditetapkan oleh KPK sabagai tersangka dan ditahan, peta perpolitikan di tingkat provinsi Sumsel ke depan akan berubah.

Hal ini diungkapkan Sekretaris DPW PAN Sumsel Joncik Muhammad, dan pada Pemilihan Gubernur Sumsel 2018 lalu, PAN Sumsel bersama Partai NasDem dan Hanura mengusung Herman Deru- Mawardi Yahya dan berhasil memenangi Pilkada. Mengingat Dodi selama ini merupakan salah satu kandidat potensial yang akan jadi pesaing pada Pilgub 2024 mendatang.

"Kalau untuk tingkat provinsi, peta politik sumsel ini dengan kejadian OTT Dodi, maka berubah. Dulunya  kutub Golkar dengan Dodi nya dan Kutub Nasdem dengan koalisi HD (Herman Deru) incumbent diperbincangkan, dan ini pasti berubah," kata Joncik.

Sekretaris DPW PAN Sumsel Joncik Muhammad menyebut pasca Bupati Musi Banyuasi (Muba) sekaligus Ketua DPD I Golkar Sumsel Dodi Reza Alex Noerdin resmi ditetapkan oleh KPK sabagai tersangka dan ditahan, peta perpolitikan di tingkat provinsi Sumsel ke depan akan berubah.
Sekretaris DPW PAN Sumsel Joncik Muhammad menyebut pasca Bupati Musi Banyuasi (Muba) sekaligus Ketua DPD I Golkar Sumsel Dodi Reza Alex Noerdin resmi ditetapkan oleh KPK sabagai tersangka dan ditahan, peta perpolitikan di tingkat provinsi Sumsel ke depan akan berubah. (TRIBUN SUMSEL/ARIEF BASUKI ROHEKAN)

Diterangkan Bupati Kabupaten Empat Lawang ini, meski ada anggapan sejumlah pengamat dengan tergelincirnya Dodi tersebut hal ini akan memuluskan posisi incumbent sekarang untuk memimpin kembali, hal itu belumlah jadi jaminan, mengingat Pilgub Sumsel masih 3 tahun lagi

"Jangan lupa Pilgub masih tiga tahunan lagi, dan politik itu perkembangannya bukan tahun, tapi sangat cepat, malah menit dan perdetik bisa berubah. Mungkin bisa bermunculan Ishak Mekki, ESP, SN Prana Putra Sohe, Iskandar, Agung Firman dan sebagainya," terangnya.

Ditambahkan Joncik, jika melihat nama- nama bermunculan, ia melihat bisa saja ada sosok baru nantinya, yang bisa bersaing dengan Herman Deru sesuai pendapat pengamat politik yang ada.

"Ia punya kekuatan popularitas, modalitas dan jaringan yang sudah dibangun. Itu bisa jadi, kalau betul (Ketua BPK RI Agung Firman) yang akan berakhir tahun depan maka peta politik bisa berubah di Sumsel, karena mau tidak pasti mengarah juga ke situ karena ada peran sang ayah, adek dan lainnya, apalagi ada kekuatan fincial, dan jaringan," tuturnya.

Pilgub Sumsel 2024 mendatang akan semakin menarik, karena tidak hanya satu pasangan calon yang ada, melainkan bisa tiga pasangan calon

"Bisa Herman Deru yang pasangan lama atau baru, Agung dengan wakilnya, termasuk mungkin muncul poros ketiga. Jadi lihat perkembangan Pilkada Sumsel masih 3 tahun lagi dan siapa sangka Dodi akan berakhir sepetti ini dan kita lihat perkembangan dan politik Sumsel akan menarik baik provinsi, kabupaten/ kota," tuturnya.

Mengenai apakah PAN ke depan akan kembali mengusung Herman Deru, Joncik belum bisa memastikan, mengingat politik itu cair.

"Politik pasti mencair, yang pasti ada kompetensi, punya peluang, kader sendiri dan punya komitmen visi misi yang kuat bagi PAN. Jadi bisa jadi kembali ke Herman Deru atau lainnya tergantung perkembangan politik terakhir," pungkasnya.

Baca berita lainnya langsung dari google news

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved