Breaking News:

Berita Palembang

Dalami Dugaan Penipuan Kedok Budidaya Lele di Koperasi DHD, Polda Buka Nomor Aduan Korban

Polda Sumsel membuka posko pengaduan bagi orang-orang yang hendak melapor maupun sebatas konsultasi terkait persoalan tersebut.

SHINTA DWI ANGGRAINI
Kasubdit IV Renakta Polda Sumsel, Kompol Masnoni menuturkan Polda Sumsel membuka nomor aduan bagi warga yang menjadi korban penipuan berkedok investasi kolam lele Koperasi Darsa Harka Darusalam (DHD) Farm Indonesia. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Dalami dugaan penipuan kedok Budidaya Lele di Koperasi Darsa Harka Darussalam (DHD) Farm Indonesia, Polda Sumsel membuka nomor aduan bagi korban investasi tersebut. 

Diduga masih banyak orang diluar sana yang telah menjadi korban dari investasi yang ditawarkan DHD.

Untuk itu Ditrekrimum Polda Sumsel membuka posko pengaduan bagi orang-orang yang hendak melapor maupun sebatas konsultasi terkait persoalan tersebut.

"Posko ini untuk memudahkan pelaporan atau sebatas konsultasi bagi orang-orang yang merasa sudah jadi korban koperasi DHD," kata Ketua Tim Khusus yang menangani kasus ini sekaligus Kasubdit IV Renakta Polda Sumsel, Kompol Masnoni, Rabu (13/10/2021).

Selain bisa langsung datang ke Mapolda Sumsel tepatnya ke Subdit Renakta, masyarakat juga bisa menghubungi nomor 0812-17181801 atau 0812-7377923 untuk membuat laporan atau berkonsultasi seputar permasalahan terkait koperasi DHD.

Sebelumnya, Masnoni mengatakan, sejauh ini, setidaknya sudah ada 45 orang yang menyampaikan aduan telah menjadi korban dari Koperasi DHD Farm Indonesia.

Tak hanya di Sumsel, aduan itu juga berasal dari wilayah Jambi, Lampung dan Bengkulu.

"Pengaduan itu sampai ke kami baik secara langsung maupun online," ujarnya, Selasa (12/10/2021).

Baca juga: Catat, Polda Sumsel Siapkan Nomor Aduan Bagi Korban Investasi di Koperasi DHD

Diketahui, saat ini polisi sudah menetapkan satu tersangka atas kasus dugaan penipuan dan penggelapan berkedok budidaya Kolam Lele yang dikelola Koperasi DHD Farm Indonesia.

Masnoni mengatakan, status tersangka itu sudah ditetapkan kepada IW yang tak lain Direktur Keuangan Koperasi DHD Farm Indonesia.

"Statusnya juga sudah ditahan," ujarnya.

Baca berita lainnya langsung dari google news

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved