Breaking News:

Bupati Muratara Minta Masyarakat Tak Ganggu PT SRMD, Devi: Sama Saja Mengganggu Negara

Bupati Musi Rawas Utara (Muratara), Devi Suhartoni meminta masyarakat tidak mengganggu produksi perusahaan tambang minyak PT Sele Raya

Penulis: Rahmat Aizullah | Editor: Prawira Maulana
RAHMAT AIZULLAH
Pemkab Musi Rawas Utara menerima bantuan beras dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Sele Raya Merangin Dua (SRMD), Rabu (13/10/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA - Bupati Musi Rawas Utara (Muratara), Devi Suhartoni meminta masyarakat tidak mengganggu produksi perusahaan tambang minyak PT Sele Raya Merangin Dua (SRMD). 

Sebab, kata Devi, bila mengganggu PT SRMD sama saja mengganggu negara karena 85 persen dari hasil produksi perusahaan tersebut adalah milik negara.

Itu disampaikannya saat menerima bantuan beras dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Sele Raya Merangin Dua (SRMD), Rabu (13/10/2021). 

"Sele Raya ini 85 persen hasilnya milik negara, artinya kalau kita mengganggu dia berarti kita mengganggu negara. Ini milik negara tapi diproduksi oleh pihak swasta," ujar Devi Suhartoni. 

Lanjutnya, kalaupun ada masalah antara masyarakat dan perusahaan bisa diselesaikan dengan musyawarah, jangan sampai mempertontonkan kejelekan daerah dan mencoreng nama baik Muratara. 

Devi menyadari kekayaan alam Muratara paling banyak ada di wilayah Kecamatan Rawas Ilir, namun itu milik masyarakat Kabupaten Musi Rawas Utara secara menyeluruh.

"Kekayaan alam Muratara adanya di Rawas Ilir, memang betul orang Rawas Ilir yang harus merasakannya, tetapi saya sebagai pemimpin kabupaten kalau tidak proporsional, maka tidak ada keadilan," katanya. 

Dia berharap PT SRMD kedepannya lebih banyak memberikan Corporate Social Responsibility (CSR) yang tidak hanya bersifat pasif tetapi juga produktif.

Artinya, memberikan bantuan yang dapat membantu pemerintah daerah dalam pembangunan, baik infrastruktur, bidang ekonomi, pendidikan maupun kesehatan. 

"Contoh, saya sudah minta sama manajemen Sele Raya, kami minta bantu perbaiki jalan dari kantornya keluar ke Desa Belani. Kalau itu tidak dilakukan oleh Sele Raya, nanti tidak bagus, kenapa, karena Sele Raya produksi di Muratara," katanya. 

Kepala Departemen Humas SKK Migas Perwakilan Sumbagsel, Andi Arie P mengatakan PT SRMD diharapkan terus meningkatkan produksi. 

Sehingga dapat turut berkontribusi terhadap target nasional untuk capaian produksi 1 juta barel minyak per hari (BOPD) dan 12 miliar standar kaki kubik gas per hari (BSCFD) pada tahun 2030.

"Harus ada upaya-upaya yang dilakukan kontraktor-kontraktor kerjasama SKK Migas di daerah-daerah ini agar bisa meningkatkan produksi, paling tidak ya tidak sampai turun," katanya. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved