Breaking News:

Profil dan Biodata Artis

Profil Rachel Vennya yang Dituding Kabur dari Karantina dan Jika Terbukti Terancam 1 Tahun Penjara

Pihak Rachel Vennya masih bungkam terkait isu miring kaburnya Rachel Vennya dari karantina setelah pulang dari luar negeri.

Instagram/rachelvennya
Heboh Postingan Rachel Vennya Diserbu Pasca Isu Kabur Dari Wisma Atlet, Sengaja Tak Klarifikasi? 

TRIBUNSUMSEL.COM - Satgas tugas Covid-19 melakukan pemeriksaan terkait kabar Selebgram Rachel Venya yang kabur dari karantina di Wisma Atlet Pademangan, Jakarta.

Melalui juru bicara Satgas Covid-19, Wiku jika proses penelusuran masih berlanjut, dilansir Tribunnews.com.

Seperti yang diketahui kalau WNI yang baru pulang luar negeri wajib menjalani karantina delapan hari berdasarkan Surat Edaran Satgas Covid-19 Nomor 18 Tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional pada Masa Pandemi.

Dikatakan Wiku kalau seluruh petugas untuk melakukan tindakan tegas terhadap pelanggang tanpa pandang bulu.

Informasi kabur Rachel Vennya yang baru pulang dari New York,Amerika Serikat didapatkan dari seorang warganet yang mengaku bertugas di Wisma Atlet Pademangan.

Pihak Rachel Vennya masih bungkam terkait isu miring kaburnya Rachel Vennya dari karantina setelah pulang dari luar negeri,Selasa(12/10/2021).
Pihak Rachel Vennya masih bungkam terkait isu miring kaburnya Rachel Vennya,
dari karantina setelah pulang dari luar negeri,Selasa(12/10/2021). (Instagram/rachelvennya)

Diterangkan kalau Rachel Vennya seharusnya menjalani karantina selama delapan hari namun belum ada kepastian dari keduanya.

Pihak Rachel Vennya masih bungkam terkait isu miring kaburnya Rachel Vennya dari karantina setelah pulang dari luar negeri.

Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia(Wamenkumham)Prof Edward Oemar Sharif Hiariej menyebutkan kalau sanksi akan diberikan sesuai undang-undang karantina.

Diundang-Undang Nomor 56 Tahun 2018 mengenai kekarantinaan kesehatan pada pasal 93 disebut bahwa,dilansir situs hukumonline.com.

"Setiap orang yang tidak mematuhi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan sebagaimana, dimaksud dalam pasal 9 ayat (1) dan/ atau menghalang-halangi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan sehingga menyebabkan kedaruratan kesehatan masyarakat dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 tahun dan/ pidana denda paling banyak Rp 100 Juta," menurtu Undang-Undang Nomor 56 Tahun 2018.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved