Breaking News:

Berita Empat Lawang

Puluhan Warga Geruduk Dinas Sosial Empat Lawang, Keluhkan Dugaan Pungli Bansos

Massa menggelar orasi di halaman Dinsos terkait dugaan punggutan liar Penerima Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)

Penulis: Sahri Romadhon | Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM/SAHRI
Puluhan warga asal Desa Babatan, Kecamatan Lintang Kanan melakukan unjukrasa di kantor Dinas Sosial Kabupaten Empat Lawang, Selasa (06/10/2021) 

TRIBUNSUMSEL.COM, EMPAT LAWANG - Puluhan warga asal Desa Babatan, Kecamatan Lintang Kanan mendatangi di kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Empat Lawang, Selasa (06/10/2021).

Massa menggelar orasi di halaman Dinsos terkait dugaan  punggutan liar program Penerima Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Bantuan Sosial Tunai (BST).

Adapun poin permintaan dari massa demonstrasi tersebut meminta pergantian pendamping yang pungli, awasi E-Warung yang nakal dan benahi data DTKS.

Seorang perwakilan massa, Yunita mengutarakan keluh kesahnya karena banyaknya temuan dugaan pungli seperti permintaan nomor pin oleh pendamping saat pengecekan saldo,

Ia mendesak Kepala Dinas mengganti pendamping yang tidak profesional.

“Saya masih punya tanggungan anak tiga, tapi sudah delapan bulan kartu saya diblokir, tentu daya mempertanyakan hal ini, kami berharap pendamping PKH serta Agen E-Warung diganti,” Kata Yuni.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Empat Lawang, Eka Agustina melalui Sekretaris Rachmat Riyandi saat di konfirmasi mengenai demonstrasi ini menyampaikan pihaknya selalu mengawasi.

”Kami selalu mengawasi sesuai intruksi kemensos, apabila ditemukan penyimpangan maka akan kami bina," Katanya.

Ia melanjutkan jika ada pungutan yang menyalahi aturan maka akan ada sanksi berjenjang.

"Akan kita tegur dulu karena pendamping bagian dari kami, kalau mereka bisa dibenahi maka akan kami benahi,” Ungkapnya.

Baca juga: Sudah 13 Hari Tak ada Penambahan Kasus Baru Covid 19 di Empat Lawang

Terakhir Rachmat menjawab terkait desakan jika kemudian terbukti ada oknum yang melakukan pungli, berikut adalah jawaban Rachmat. 

”Belum sampai ke sana jika memamg ada akan dibina secara bertahap dan berjenjang, mungkin ada satu dua yang seperti itu hanya Allah yang tau," Katanya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved