Gatot Nurmantyo Bicara Isu Paham Komunisme Menyusup ke TNI, Panglima TNI : Itu Nasihat Senior

su paham komunisme menyusup di tubuh TN mendadak heboh usai dilontarkan mantan panglima TNI jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo Ucapan Gatot terkait pemb

Editor: Moch Krisna
IST
Gatot Nurmantyo 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Isu paham komunisme menyusup di tubuh TN mendadak heboh usai dilontarkan mantan panglima TNI jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo

Ucapan Gatot terkait pembongkaran sejumlah patung para tokoh militer di Museum Dharma Bhakti Kostrad.

Hal ini membuat Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto akhirnya memberikan respon

Adapun dikatakannya Hadi, jika pernyataan Gatot merupakan nasihat senior bagi prajurit aktif TNI untuk senantiasa waspada agar sejarah kelam tidak kembali terjadi.

"TNI selalu mempedomani bahwa faktor mental dan ideologi merupakan sesuatu yang vital.

Hadi juga menyatakan tidak mau berpolemik terkait hal tersebut karena isu tersebut tidak bisa dibuktikan secara ilmiah.

"Saya tidak mau berpolemik terkait hal yang tidak dapat dibuktikan secara ilmiah.

Tidak bisa suatu pernyataan didasarkan hanya kepada keberadaan patung di suatu tempat dan sebenarnya masalah ini sudah diklarifikasi oleh institusi terkait," kata Hadi.

Diberitakan sebelumnya Kostrad mengklarifikasi adanya pemberitaan dalam diskusi bertajuk “TNI Vs PKI” yang digelar pada Minggu(26/9) malam.

Dalam keterangan tertulis Kapen Kostrad Kolonel Inf Haryantana disebutkan dalam diskusi yang digelar secara daring tersebut diputar sebuah klip video pendek yang memperlihatkan Museum Dharma Bhakti di Markas Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) di kawasan Gambir, Jakarta Pusat.

Museum itu disebut berada di bekas ruang kerja Panglima Kostrad (Pangkostrad) Mayjen Soeharto ketika peristiwa G30S/PKI terjadi.

Di dalam museum itu juga disebut tadinya terdapat diorama yang menggambarkan suasana di pagi hari, 1 Oktober 1965, beberapa jam setelah enam Jenderal dan seorang perwira muda TNI AD diculik PKI yang ada di tubuh pasukan kawal pribadi presiden, Cakrabirawa.

Adegan yang digambarkan itu disebut merupakan saat Mayjen Soeharto menerima laporan dari Komandan Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) Kolonel Sarwo Edhie Wibowo.

Sementara Menteri/Panglima TNI Angkatan Darat Jenderal AH Nasution yang selamat dari upaya penculikan PKI beberapa jam sebelumnya juga disebut duduk tidak jauh dari Soeharto dan Sarwo Edhie.

Dalam ruang kerja Pak Harto juga disebutkan ada patung Pak Harto, Pak Sarwo Edhie, dan Pak Nasution yang menggambarkan saat kritis (setelah penculikan enam Jenderal TNI AD) dan rencana menyelamatkan negara dari pengkhianatan PKI, sekaligus peran utama Panglima Angkatan Darat, Pangkostrad, dan Resimen Parako yang kini menjadi Kopassus.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved