Berita Daerah
Dua Hal Ini Disebut Membuat Komunitas Gay di Solo Berkembang, Banyak Resikonya
Dua Hal Ini Disebut Membuat Komunitas Gay di Solo Berkembang, Banyak Resikonya
Dalam perannya dalam hubungan seksualitas, dalam dunia gay ini dibagi menjadi dua, ada yang menjadi top ada bottom.
Top ini merupakan gay yang berperan sebagai laki-laki atau yang melakukan penetrasi, sedangkan bottom yang berperan sebagai wanita.
Diketahui setiap mucikari menyediakan dua type tersebut.
"Ini kaitannya dengan selera ya. Seperti layaknya prostitusi wanita. Pelanggan kan beda-beda seleranya," kata dia.
Terjun ke dunia Gay ini bukan tanpa resiko, karena ada banyak aspek dampak yang akan ditimbulkan.
"Bisa saja memiliki riwayat infeksi seksual atau HIV, apalagi sekarang marak Covid-19," ujarnya.
"Itu baru kesehatan, para pelaku gay ini juga rentan menjadi korban kekerasan dari pasangan sejenisnya," aku dia.
Sudah Beristri
Pemilik kos yang jadi gudang prostitusi kaum gay membeberkan fakta-fakta lain.
Kos itu berada di Jalan Pamugaran Utama, Kelurahan Nusukan Kecamatan Banjasari, Kota Solo.
Pemilik kos YS, membenarkan adanya pengerebekan dari Polda Jateng hingga dia menjadi saksi dalam kasus tersebut.
YS menjelaskan, selama berinteraksi dengan para tersangka tidak melihat adanya keganjalan terhadap korban.
"Enggak curiga, mereka cerita kalau punya istri dan anak, malah ada yang hamil 8 bulan," aku dia kepada TribunSolo.com, Senin (27/9/2021).
"Terus cerita kalau harus kerja lebih keras, engak ada gerak-gerik gituan (kasum penyuka sesama jenis)," ungkapnya
Terkiat profesi para tersangka, menurut YS mereka sejak awal mengaku sebagai tukang pijat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/menampilkan-sejumlah-tersangka-terapis-gay-di-solo.jpg)