Berita Palembang
Sosok Profesor Dr Ir Rusdianasari, Guru Besar Pertama di Polsri, Lakukan Penelitian Sejak 2012
Prof Dr Ir Rusdianasari MSi menjadi guru besar pertama yang ada di Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri).
Penulis: Sri Hidayatun | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Prof Dr Ir Rusdianasari MSi menjadi guru besar pertama yang ada di Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri).
Dalam acara pengukuhan yang berlangsung hari ini, Jumat (17/9/2021) digelar secara online dan offline yang dihadiri para tamu undangan.
Wajah bahagia terlihat jelas dari ibu dua anak ini, ia mengaku senang dan tak menyangka karena bisa menjadi guru besar pertama di Polsri.
"Alhamdulilah saya sangat terharu sekaligus senang dan juga tak menyangka karena perjuangan ini cukup panjang," jelas dia.
Kata dia, perjuangan ini cukup panjang hampir dua tahun mempersiapkan dan setengah tahun menunggu.
"Apalagi ini pertama di Polsri saya juga bangga dan semoga langkah saya ini bisa diikuti oleh rekan-rekan saya lainnya," ujarnya.
Ia mengaku semua ini tak lepas dari dukungan keluarga yakni anak dan suami yang selalu memberikan support.
"Alhamdulilah anak selalu support dan suami juga bantu apalagi sama-sama dosen kita selalu saling sharing," ungkap dia.
Terkait penelitian ini, kata dia sudah lama sejak tahun 2012 sembari ia menyelesaikan S3nya.
"Penelitian ini cukup lama bahkan dari anak saya masih kecil sempat saat saya ambil S2 saya tinggali selama satu tahun dan pernah ke Belanda juga selama satu bulan. Alhamdulilah semua ini juga berkat doa anak-anak saya karena saya izin pertama dengan kedua anak saya," tegasnya.
Dalam orasi ilmiah yang berjudul Elektrokimia : Tren Pengelolahan Limbah Cair Menggunakan Metode Elektrokoagulasi menjadi Energi terbarukan.
"Saat ini banyak negara telah menyadari betapa pentingnya pemanfaatkan sumber-sumber energi terbarukan sebagai pengganti energi tidak terbarukan seperti minyak bumi, batubara dan gas yang telah menimbulkan dampak lingkungan," ujarnya.
Dengan semakin menipisnya cadangan sumber energi tidak terbarukan, maka biaya untuk penambangannya akan meningkat yang berdampak pada meningkatnya harga jual ke masyarakat.
"Pada saat yang bersamaan, energi tidak terbarukan akan melepaskan emisi karbon ke atmosfir yang menjadi penyumbang besar terhadap pemanasan global," ungkap dia.
Baca juga: BREAKING NEWS: Longsor di Liku Endikat, Jalur Pagaralam-Lahat Tidak Bisa Dilalui Kendaraan
Sementara itu, Direktur Polsri Dr. Ing Ahmad Taqwa mengatakan sangat bangga atas pengukuhan guru besar yang pertama di Politeknik Negeri Sriwijaya ini.