Breaking News:

Berita Pagaralam

Nama Sekda Pagaralam Dicatut, Pelaku Lakukan Jual Beli Jabatan, Ini Modusnya

Nama Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pagaralam Drs Syamsul Bahri Burlian dicatut orang tidak bertanggung jawab untuk jual beli jabatan

Editor: Yohanes Tri Nugroho
ISTIMEWA
Facebook pelaku pencatut nama Sekda Pagaralam Drs Syamsul Bahri Burlian. Pelaku Lakukan Jual Beli Jabatan. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PAGARALAM - Banyak kasus penepuan dengan menggunakan media sosial seseorang untuk kepentingan kejahatan.

Seperti yang dialami oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pagaralam Drs Syamsul Bahri Burlian.

Media sosial Facebook dan whatsapp dibuat pelaku yang belum diketahui orangnya atas dirinya.

Parahnya pelaku memanfaatkan hal itu untuk menjual jabatan kepada sejumlah orang.

Hal ini terungkap setelah salah satu pegawai dilingkungan Pemkot Pagaralam yang mendapat inbok dari pelaku yang menggunakan Facebook dan foto profil Sekda Pagaralam.

Sekretaris Daerah (Sekda) kota Pagaralam Drs Syamsul Bahri Burlian, menegaskan bahwa dirinya tidak pernah melakukan kegiatan jual beli jabatan struktural maupun fungsional selama menjadi Sekda.

"Pernyataan ini saya tegaskan karena adanya pihak yang mengaku dihubungi oleh oknum yang mengaku dirinya dan menawarkan sejumlah jabatan di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam dengan syarat menyetorkan uang pelicin ke rekening salah satu bank," ujarnya.

Dirinya mengetahui perihal tersebut, setelah mendapat informasi dari beberapa koleganya yang merasa heran dengan adanya permintaan konfirmasi pertemanan melalui akun Facebook yang mengatasnamakan dan dilengkapi foto dirinya.

"Saya tahu hal ini setelah koleganya mengkonfirmasi bahwa ada oknum yang mengatasnakan dirinya melalui aplikasi messenger, lalu menawarkan jabatan serta sejumlah uang yang wajib disetor. Saya sampaikan bahwa itu adalah penipuan," tegasnya.

Selain itu kata Samsul beberapa orang juga dihubungi oleh penipu tersebut menggunakan aplikasi WhatApps dengan modus yang sama, yakni menawarkan jabatan dan meminta sejumlah uang.

"Jabatan yang ditawarkan oleh penipu tersebut mulai dari jabatan Kasi hingga Kepala Sekolah, dengan tarif 10 juta rupiah per jabatan yang wajib disetor ke BCA atas nama Firman," katanya. (SP/WAWAN)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved