Breaking News:

Berita Palembang

Banyak Antrean BBM Jenis Solar dan Pertalite di SPBU, Ini Kata YLKI Sumsel

Diakui Taufik, memang dalam beberapa hari terakhir kelangkaan BBM jenis tertentu khususnya Solar atau Pertalite sudah terlihat disejumlah SPBU

Penulis: Arief Basuki Rohekan | Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM/ARIEF
Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sumsel RM Taufik Husni menanggapi tentang banyaknya antrean kendaraan di SPBU kawasan Sumsel 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG,--Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sumsel RM Taufik Husni mengatakan adanya antrean panjang kendaraan untuk antre mengisi BBM di SPBU, karena stok yang ada terbatas disayangkan.

Sebab, di era digitalisasi ini PT Pertamina bisa mengetahui titik- titik SPBU yang perlu segerap didrop BBM untuk kebutuhan masyarakat.

"Apapaun persoalan PT Pertamina terkait pendistribusian BBM ke SPBU yang ada, harusnya PT Pertamina meningkatkan kembali keandalan dalam distribusi kepada SPBU, dalam rangka memberikan pelayanan prima kepada masyarakat selaku konsumen," kata Taufik, Kamis (9/9/2021).

Diakui Taufik, memang dalam beberapa hari terakhir kelangkaan BBM jenis tertentu khususnya Solar atau Pertalite sudah terlihat disejumlah SPBU yang menyebabkan antrean kendaraan.

"Dimana kelangkaan ini selalu didalilkan PT Pertamina, karena sesuai kuota yang diminta. Tapi kan Pertamina sekarang sudah melalui proses digitalisasi, jadi tidak ada lagi alasan BBM langkah atau sulit untuk dikonsumsi masyarakat. Sebab digitalisasi itu Pertamina dari stasiun hingga kantor pusat bisa cepat mendeteksi, jika ada kekurangan terjadi di SPBU se Indonesia, tapi kenyataannya masih banyak SPBU yang mengalami kekosongan BBM," jelasnya.

Diungkapkan Taufik, sebagai BUMN PT Pertamina harus paham dan harus bergerak cepat untuk mengatasi apa yang terjadi dilapangan, apakah memang karena kuota yang ada, atau karena adanya pembelian yang tidak wajar dilakukan, seperti untuk dialihkan ke industri.

"Konsumsi jenis solar ini banyak dikonsumsi, karena kendaraan bermotor sekarang ini yang beredar paling banyak menggunakan solar karena hemat, irit dan terjangkau. Nah, keandalan distribusi ini kita tuntut dari Pertamina," tandasnya.

Selain itu,  PT Pertamina juga harus melakukan pengawasan ketat kepada SPBU, jika BBM yang disalurkan ke SPBU untuk kepentingan masyarakat nyatanya dialihkan untuk industri.

"Belum lagi kelangkaan BBM karena ada borongan pembelian oleh kendaraan tertentu, yang sudah dimodifikasi dengan mengisi di SPBU untuk dijual ke industri. Nah, sejauh mana pengawasan Pertamina dengan tim yang dibentuknya, untuk melakukan pengawasan terhadap perilaku itu," tuturnya.

Baca juga: Ramai Antrean Kendaraaan di SPBU Wilayah Musi Rawas, Ini Tanggapan Pertamina

Taufik sendiri berharap ada sanksi yang tegas bagi pihak SPBU yang melakukan kecurangan bersama pihak- pihak tertentu, dengan menjual kembali BBM untuk industri.

"Kalau menurut kami perlu ada sanksi bagi SPBU yang melakukan pengisisan kendaraan yang telah dimodifikasi itu  karena diluar kewajaran, bisa saja penyetopan operasional SPBU atau sebagainya. Sementara yang konsumen yang mempunyai kendaraan pribadi yang konsumsinya terbatas, itu dirugikan dengan adanya mobil modifikasi ini.

Jadi kami berharap tidak ada lagi, alasan kelangkaan yang dilakukan Pertamina khususnya BBM subsidi ataupun kuota, karena pertamina sudah maju dengan sistem digitalisasi, dan ini dilakukan untuk menghindari kelangkaan BBM di Indonesia," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved