Stop Penyebaran Covid-19, Aristia Pilih Belanja Kebutuhan Lewat Online, Akui Lebih Aman dan Murah
Jari jemari Aristia nampak asik mengusap layar gawainya.Ibu satu orang anak ini terlihat memilih beberapa produk rumah tangga yang akan dibeli lewat
Penulis: Mochamad Krisnariansyah | Editor: Moch Krisna
Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Mochamad Krisnariansyah
TRIBUNSUMSEL.COM -- Jari jemari Aristia nampak asik mengusap layar gawainya.
Ibu satu orang anak ini terlihat memilih beberapa produk rumah tangga yang akan dibeli lewat E-commerce.
Semenjak pandemi covid-19 terjadi awal tahun 2020 hingga sekarang, Aristia memilih untuk membeli kebutuhan via online.
Hal ini sebagai langkah untuk menghindari kerumunan di masa pandemi, terutama mencegah penyebaran Covid-19.
Baca juga: Kantongi Izin dari BPOM, Vaksin Sputnik-V Efek Sampingnya Ringan dan Miliki Efikasi 91 Persen
Baca juga: Faskes di OKU Timur Hanya Punya Kuota 50 Dosis Vaksin Sehari, Vaksinasi Baru 14 Persen
" Ya sekarang apa-apa beli via e-commerce, udah jarang sekali ke mall ataupun pasar," ujarnya saat diwawancari Tribunsumsel.com, Kamis (26/8/2021).
Lebih jauh Aristia mengatakan, mulai dari perlengkapan anak, kebutuhan dapur dan pembayaran listrik semua dilakukan via online.
" Jadi nggak harus repot lagi kesana kemari, cukup lewat Handphone, klik bayar selesai," tuturnya.
Diakuinya, kebiasaan membeli via online bak menjadi keharusan di masa pandemi covid-19.
Mengingat kasus penyebaran covid-19 masih terus terjadi.
" Pastinya kita takut terinfeksi covid, makanya mending proteksi diri, salah satu nggak berada ditempat keramaian, selain belanja lebih aman dan murah" bebernya.
Kendati demikian, jikapun harus terpaksa belanja keluara, Aristia mengakui menerapkan protokol kesehatan yang amat ketat.
" Kalau harus keluar ya harus ikut protokol kesehatan, pakai masker dan bawa hand sanitizer, dan tidak ke tempat ramai," tandasnya.
Aristia berharap dengan sudah digerakan proses vaksinasi di sejumlah wilayah Indonesia.
Baca juga: Jalan Mayor Ruslan Lahat Bakal Dibuat Satu Arah, Atasi Kemacetan Percantik Pusat Kota
Baca juga: Korsleting Listrik Diduga Jadi Penyebab Kebakaran di Ponpes Hidayatullah Banyuasin
Dapat membuat penekanan kasus penyebaran covid-19 sehingga tidak ada lagi penambahan kasus.
" Ayolah kita semua patuhi apa kebijakan pemerintah, kalau kita bandel kapan pandemi ini akan berakhir," tuturnya.
Melansir data dari situs Satgas Covid-19, update terakhir (25/8/2021) kasus positif di Indonesia mencapai 4.026.837 dengan jumlah pasien yang sembuh ada 3.639.867 orang dan pasien yang meninggal yakni 129.293 orang.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/aristia-saat-asyik-memainkan-gawai-miliknya.jpg)