Polrestabes Gelar Vaksinasi Massal Khusus Mahasiswa Unsri, Sudah Dua Gelombang
Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sriwijaya mulai menggelar vaksinasi khusus bagi mahasiswa, hasil kerjasama
Penulis: Sri Hidayatun | Editor: Prawira Maulana
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sriwijaya mulai menggelar vaksinasi khusus bagi mahasiswa, hasil kerjasama dengan Polrestabes Kota Palembang, di Jakabaring Sport City, Rabu (25/8/2021).
Sejak pagi ratusan mahasiswa yang telah mendaftar mendatangi lokasi dan mengambil nomor antrean vaksin.
Terlihat panitia pelaksana vaksinasi mengatur jumlah mahasiswa yang masuk ke dalam Dining Hall JSC.
Peserta vaksinasi yang hadir adalah mahasiswa Unsri yang sudah mendaftar secara online, setelah mendapat nomor antrean mereka diberi formulir.
Beberapa diantaranya bahkan bersyukur jika vaksin masih bisa mereka dapat dari Polrestabes Palembang yang bekerja sama dengan kampus Unsri.
Salah satunya, Irfan Aulia mahasiswa Fakultas Kedokteran Unsri semester akhir mengatakan, vaksinasi yang dilakukan kepada mahasiswa sangat membantu apalagi kerap menghadapi kendala pada domisili.
"Saya kan ngekos di Indralaya, KTP dari Bangka. Kalau mau vaksin di Puskesmas susah karena warga sekitar yang didahulukan, " ungkapnya.
Selain itu dengan dirinya divaksin akan mempermudah mobilitasnya jika syarat vaksin bakal dibutuhkan ketika pulang ke kampung halaman.
"Selain untuk imunitas ini juga bagus sih, karena saya kampung halaman di Bangka. Sewaktu-waktu kalau mudik sudah ada bukti vaksin, " ungkapnya.
Ia sudah mendaftar vaksinasi sejak 2 hari lalu. Setelah mendaftar informasi berikutnya akan disampaikan oleh panitia penyelenggara.
"Begitu ada postingan di instagram selang 2 menit saya langsung daftar, alhamdulilah tidak ada kendala dan dapat antrean. Sesudah mendaftar kami dikumpulkan di grup Whatsapp untuk informasi lanjutan, " ujar Irfan.
Ketika sampai di lokasi, ia menerima formulir yang mesti diisi dan nomor antrean.
"Jam 07:30 pagi sudah datang kemudian di data dikasih formulir dan antrean. Walaupun dapat nomor 282 yang penting dapat vaksin, " katanya.
Sama halnya dengan Ahmad Junaidi mahasiswa semester tujuh Fakultas Pertanian Unsri. Sebagai anak rantauan, ia kerap kesulitan mengurus vaksinasi di sekitar tempat ia tinggal.
"Dari pribadi sangat merasa terbantu, vaksin di Indralaya menurut saya ribet sih. Harus ada rekomendasi RT tempat tinggal di KTP, sedangkan saya di sana (Indralaya) cuma ngekos," timpalnya.