Cerita Ketua Komisi V DPRD Sumsel Melawan Covid-19 Varian Delta Meski Sudah Divaksin 2 Kali

Ketua komisi V DPRD provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Susanto Ajis menceritakan pengalamannya saat terpapar virus corona.

Penulis: Arief Basuki Rohekan | Editor: Prawira Maulana
ARIEF
Ketua komisi V DPRD Sumsel Susanto Ajis. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG,--Ketua komisi V DPRD provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Susanto Ajis menceritakan pengalamannya saat terpapar virus corona.

Tak tanggung- tanggung politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Sumsel itu mengaku, dinyatakan positif Covid-19 dengan varian cukup ganas dan cepat menyebar yaitu Delta pada Juli 2021 lalu bersama istri dan seorang putranya.

"Saya sudah dua kali di vaksin, dan faktanya masih kena, tapi setelah aku cerita-cerita kepada yang sudah dan sebelum yang divaksin berbeda pengalamannya. Artinya yang sudah divaksin itu lebih tidak menderita, karena daya tahan tubuh ada back up (imun ditambah). Meski begitu orang yang divaksin jangan terlalu pede dan jumawa (tidak akan terpapar) tapi tetap harus menjaga protokol kesehatan (Prokes) 3 M (Memakai masker, Menjaga jarak dan Mencuci tangan dengan sabun) untuk lebih aman," kata Susanto.

Pria yang ketua fraksi PDIP DPRD Sumsel ini menyatakan, akibat virus tersebut dirinya harus menjalani isolasi mandiri selama 14 hari. Oleh sebab itu, ia menegaskan betapa berbahayanya Covid-19.

Menurut dia, kondisi yang dialami semakin berat secara fisik dan mental karena istri dan anaknya juga ikut terpapar Covid-19 yang hanya kelang 2 sampai 3 hari saja, padahal untuk melewati masa sulit (sakit) itu ia berharap istrinya yang merawatnya, dan nyatanya sama- sama sakit.

"14 hari saya menjalani Isoman bersama istri dan anak. Jadi jangan menganggap remeh karena saya sudah mengalami langsung sendiri, memang sangat berat apalagi yang terpapar orang lanjut usia akan sangat beresiko," capnya.

Bapak dua anak ini sendiri mengetahui dirinya terpapar Covid-19, setelah mengalami panas tinggi hingga 38°,  hal ini tak terlepas dari aktivitasnya sebagai wakil rakyat yang mobile dengan melakukan perjalanan cukup panjang, mulai dari pulau Jawa, ke Kabupaten Muratara dan provinsi Bengkulu dalam kurun waktu dua minggu. Terakhir selepas melakukan kunjungan kerja di daerah pemilihannya (Dapil) Banyuasin pada Bulan Juli 2021.

 "Saya tahunya Covid setelah tes PCR, sebab selama ini jika panas saya minum anti biotik akan sembuh, tapi ini tiga hari dak turun- turun dan susah tidur malam masih gelisa, seperti tidur jam 10 malam, bangun jam 1 dini hari, nah itu tidak bisa tidur lagi kita. Selain panas, perut mual dan nafsu makan hilang juga saat itu, jadi dihari ke 4, karena tidak mempan lagi aku PCR dan distulah baru diketuhii saya terpapar," ceritanya.

Ditambahkan suami Finallia ini, jika ada gejala panas lebih 37° dan jika badan merasa pegal (dukul- pukul) dan hilang nafsu makan tidak salahnya memeriksakan dirinya ke dokter atau PCR, untuk diatasi lebih awal, karena jika terlambat akan merasa menderita.

"Saya saat itu panas badan tinggi 38°, dan badan seperti digebuk- gebuk mirip seperti flu tulang, tapi indera penciuman masih aman karena rasa masih ada, tapi pahitnya minta ampun. Dan kurun 1 sampai 5 itu hari saya makan males, tapi prosesnya harus dipaksa makan, karena jika tidak makan asam lambung naik," tuturnya.

Putra mantan ketua DPRD Sumsel dan ketua DPD PDI Perjuangan Sumsel Adjis Said ini, jika masa paling krusial atau menderita itu dirasakannya pada 5 hari pertama, dan saat itu istrinya lah yang lebih parah menderita, karena pileg (ingusnya) sudah kental seperti sagu dicpur air, yang menempel dihidung sehingga mengganggu pernapasan.
 klo umur diatas 60 susah akan bernapas 

"Masa gawat atau penting 1 sampai 10 hari, lewat dari 10 biasanya masa- masa sulit lewat dan aku PCR hari ke 15 untuk mengetahui masih positif atau tidak dan kebetulan negatif. Jadi, siapapun yang sudah kena Covid-19, pastinya paru- parunya asa flak atau bercak putih, awalnya aku dak percaya tapi setelah ronsen baru aku yakin. Tapi penjelasan ahli (dokter) seiring perjalanan waktu, itu bisa hilang," tuturnya.

Ia pun memberikan tips- tips bagi masyarakat, jika anda terpapar Covid-19 itu bisa sembuh, jika tetap menjaga imun tubuh dengan memperbanyak konsumsi air putih dan makan yang sehat, serta konsumsi obat sesuai rekomendasi dokter. 

"Selama saya terpapar, saat itu saya banyak minum air putih dan maksa makan, tapi kalau minum obat menurut aku, konsumsi obat yang banyak- banyak apalagi tanpa resep dokter itu lebih berbahaya. Jadi harus tetap sesuai resep dokter karena mereka ahlinya, dan kebetulan juga saya menkonsumsi herbal saat itu," tandasnya.

Selain itu, jika melakukan isoman dirumah, pertama jangan stres. Sebab ia pun sering bertanya dengan orang lain juga ketika stres maka imun akan kurang kuat sehingga mudah diserang virus dsn bisa parah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved