Menuju Herd Immunity

Ini Jenis Platform Vaksin Covid-19 di Dunia Saat Ini, Berikut Cara Kerja dan Metodenya

platform teknologi pembuatan vaksin sudah dikembangkan sejak lama. Meski menggunakan platform berbeda, tujuan pengembangan vaksin sama melawan Covid

Editor: Wawan Perdana
Tribunsumsel.com
Ilustrasi Jenis Platform Vaksin Covid-19 di dunia saat ini 

Ada pula vaksin Covid-19 dari teknologi mRN, seperti vaksin yang dikembangkan Moderna, Pfizer, hingga CureVac. Terakhir, ujar Prof. Taifo, ada vaksin yang dikembangkan dari antigen-presenting cells (APC) yang saat ini tengah dikembangkan di Indonesia.

Baca juga: Inilah Daftar 6 Vaksin yang Sudah Mendapatkan Izin dari BPOM untuk Digunakan di Indonesia

Berikut jenis-jenis vaksin Covid-19 dan metode pengembangannya.

1. Inactivated vaccine

Jenis vaksin Covid-19 yang dikembangkan dengan metode ini di antaranya seperti vaksin buatan China, Sinopharm dan Sinovac.

Teknologi inactivated vaccine, yakni pengembangan jenis vaksin Covid-19 ini berasal dari virus yang dilemahkan.

Kendati bukan metode baru, teknologi pengembangan vaksin ini masih banyak dipergunakan oleh para ahli.

Apa itu inactivated vaccine?

Vaksin Covid-19 ini mengandung seluruh virus corona, SARS-CoV-2, dikutip dari Medical News Today, Selasa (2/3/2021).

Meski mengandung seluruh virus SARS-CoV-2 penyebab penyakit Covid-19, namun virus itu telah dimodifikasi secara kimiawi untuk dinonaktifkan.

Cara kerja inactivated vaccine Vaksin Covid-19 berbasis teknologi ini, seperti yang dikembangkan Sinovac dan Sinopharm, menggunakan bahan kimia yang disebut beta-propiolactone untuk menonaktifkan virus SARS-CoV-2 dalam vaksin mereka.

Bahan kimia tersebut kemudian akan mengubah materi genetik dari virus. Vaksin dari virus yang dinonaktifkan ini tidak dapat menyebabkan Covid-19, karena virus tersebut sudah tidak bisa menggandakan dirinya.

Vaksin Covid-19 berbasis inactivated vaccine ini, memang tidak menghasilkan reaksi kekebalan sekuat vaksin lainnya.

Bahkan, kekebalan yang dihasilkan mungkin tidak bertahan lama. Oleh sebab itu, Sinovac, Sinopharm maupun Bharat Biotech, pengembang vaksin asal India, menggunakan adjuvan dalam vaksin corona yang mereka kembangkan, sehingga dapat menghasilkan respons kekebalan yang lebih kuat.\

Namun, perlu diketahui bahwa untuk memberikan kekebalan dalam jangka panjang, mungkin perlu menerima suntikan penguat setelah menerima vaksin Covid-19 yang tidak aktif tersebut.

Halaman
1234
Sumber: Kompas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved