Breaking News:

Kasus Sumbangan 2 Triliun

Polda Sumsel Gelar Perkara Tentukan Status Heryanty, Kasus Sumbangan 2Triliun Bisa Sidik atau Tidak

Ditreskrimum Polda Sumsel melakukan gelar perkara untuk menentukan kelanjutan status Heryanty, anak bungsu mendiang Akidi Tio, Senin (16/8/2021).

TRIBUN SUMSEL/SHINTA DWI ANGGRAINI
Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi mengemukakan Ditreskrimum Polda Sumsel melakukan gelar perkara untuk menentukan kelanjutan status Heryanty, anak bungsu mendiang Akidi Tio, Senin (16/8/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Ditreskrimum Polda Sumsel melakukan gelar perkara untuk menentukan kelanjutan status Heryanty, anak bungsu mendiang Akidi Tio, Senin (16/8/2021).

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi mengatakan, gelar perkara dilakukan untuk menentukan apakah
kehebohan yang dibuat Heryanty terkait rencana sumbangan Rp.2 triliun bisa naik ke proses sidik atau tidak.

"Hari ini dijadwalkan ada gelar perkara oleh ditreskrimum Polda Sumsel. Saya belum dapat hasilnya, mungkin masih berlangsung gelar perkaranya untuk menentukan kasusnya," ujarnya, Senin (16/8/2021).

Dalam gelar perkara ini turut dipaparkan berbagai hasil pemeriksaan yang sudah dilakukan meliputi keterangan para saksi termasuk saksi ahli serta barang bukti.

Selain itu hasil pemeriksaan kejiwaan dan psikologi terhadap Heryanty juga akan menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan status hukum bagi pengusaha tersebut.

"Apakah akan naik ke sidik atau seperti apa, jadi nanti masih akan saya tanya ke pak Dirkrimum. Bagaimana hasil penyelidikan karena sudah cukup banyak yang kita periksa. Nanti ditunggu saja hasilnya," kata dia.

Lanjut dikatakan, bila proses hukum terhadap Heryanty sudah memasuki tahap sidik namun ia tidak patuh dalam memenuhi pemanggilan, maka aparat kepolisian bisa saja melakukan penjemputan paksa terhadapnya.

"Misalnya satu kali dipanggil dengan alasan tidak patuh, dua kali dipanggil tidak patuh, ketiga ya bisa kita hadirkan kita jemput," ungkapnya.

Sementara itu, hingga saat ini penjagaan di kediaman Heryanty tetap masih dilakukan oleh aparat kepolisian.

"Penjagaan dilakukan dalam rangka memberikan rasa nyaman pada yang bersangkutan karena yang bersangkutan merasa tidak nyaman dengan ramainya orang-orang yang ke rumah dia," ujar Supriadi.

Baca juga: Para Korban Arisan Online Ini Lega Tersangka Sudah Ditangkap, Datangi Polrestabes Palembang

Baca berita lainnya langsung dari google news

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved