Berita Lubuklinggau

Orang Tua dan Wali Siswa Kecewa PTM di Lubuklinggau Diundur, Padahal Sudah Beli Sepatu

Orang tua di dan wali siswa di Lubuklinggau menyatakan kecewa PTM diundur. Padahal mereka sudah beli perlengkapan sekolah termasuk sepatu dan lainnya.

Penulis: Eko Hepronis | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/EKO HEPRONIS
SMPN 2 Lubuklinggau mempersiapkan ruang kelas yang akan digunakan untuk belajar tatap muka. Hingga kini belum diketahu kapan PTM akan digelar di Lubuklinggau dan orangtua mengaku kecewa. 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Orang tua di dan wali siswa di Lubuklinggau menyatakan kecewa pembelajaran tatap muka (PTM) diundur. Padahal mereka sudah beli perlengkapan sekolah termasuk sepatu dan lainnya. 

Para orang tua wali murid Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Lubuklinggau Sumatera Selatan (Sumsel) kecele.

Pasalnya ada informasi yang beredar jika sekolah pembelajaran tatap muka (PTM) di Kota Lubuklinggau di mulai hari ini, Senin (16/8/2021).

Para orang tua pun diminta untuk mempersiapkan kebutuhan sekolah anak-anaknya. Namun, disaat para orang tua sudah mempersiapkan segala kebutuhan, ada pemberitahuan lagi jika PTM kembali ditunda.

Yeni salah satu orang tua wali murid mengaku kecewa, pasalnya sejak mendapat kabar anaknya akan masuk sekolah ia langsung mencari sepatu untuk anaknya. 

"Kemaren kami (para orang tua) langsung ramai-ramai nyari keperluan sekolah, karena tidak punya uang saya sampai-sampai nagih kredit buat beli sepatu anak saya, ketika sudah beli ada pemberitahuan ditunda lagi," ungkapnya pada wartawan.

Menurutnya bila belum ada kejelasan kapan PTM digelar, seharusnya tidak perlu diumumkan kepada orang tua, karena tidak semua orang tua punya uang untuk membeli perlengkapan sekolah. Mereka tidak tahu kapan PTM di Lubuklinggau akan diterapkan setelah diumumkan adanya pembatalan. 

"Kalau dari jauh-jauh hari orang tua bisa mempersiapkan mencari uang, tapi kalau dadakan seperti kemarin tidak semua punya uang, giliran sudah dibeli malah tidak jadi," ujarnya.

Sementara Wali Kota Lubuklinggau, SN Prana Putra Sohe menyampaikan, untuk PTM belum tatap muka, malahan tanggal 18 Agustus baru mau rapat dengan seluruh kepala sekolah SD dan SMP.

Nanan menyampaikan, pada rapat tersebut akan dihadiri Dinas Pendidikan (Disdik) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) nanti akan dilihat dulu hasilnya seperti apa.

"Nanti menurut Dinkes wilayah mana yang boleh, sementara sejauh ini sudah aman, umpamanya wilayah barat misal wilayah barat aman, kita buka lebih dahulu, lanjut bertahap," ungkapnya.

Selain itu nanti akan dilihat secara keseluruhan dilihat zona mana yang pasti yang akan dibuka zona kuning dan hijau.

"Jadi tidak ada berbarengan, dan isinya juga kalau pun jadi dibuka hanya 50 persen, termasuk proses penjemputan itu harus lebih tertib dan menjaga prokes," paparnya. 

Baca juga: Warga Sumsel Antusias Vaksin, Capaian Vaksinasi di Sumsel 16,2 Persen

Baca berita lainnya langsung dari google news

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved