Berita Palembang

Hanya Bawa Alat Seadanya, Penyedia Jasa Service Handphone di IP Palembang Turun ke Jalan

Penyedia jasa service handphone di Internasional Plaza (IP) Palembang, terpaksa turun ke jalan menawarkan

Penulis: Rachmad Kurniawan | Editor: Prawira Maulana

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Penyedia jasa service handphone di Internasional Plaza (IP) Palembang, terpaksa turun ke jalan menawarkan jasa service di sekitaran Jalan Jenderal Sudirman
dan Jalan Letkol Iskandar. 

Setidaknya lebih dari 15 penyedia jasa service handphone dan toko handphone yang biasa berjualan di dalam IP kini memindahkan lapaknya karena PPKM level 4 yang berlangsung di Palembang. 

Reagen salah satunya, pria 30 tahun ini merasa mau tak mau harus membuka service handphone di pinggir jalan. 

"Hari pertama PPKM belum buka karena mantau situasi dulu apakah cocok atau tidak disini. Karena kebutuhan sehari-hari harus terpenuhi akhirnya buka disini, sudah dua minggu buka di jalan," kata Reagen ketika dibincangi, Sabtu (14/8/2021). 

Pertama kali buka di luar IP ia membawa papan bertuliskan "Jual beli/tukar tambah service HP bisa ditunggu". Hal tersebut ia lakukan selama dua pekan terakhir. 

Bermodalkan alat seadanya ia mampu melayani permintaan pelanggan yang hendak memperbaiki kondisi handphone. Selama proses perbaikan handphone bisa ditunggu tak sampai 1 jam. 

Alat yang dibawa pun meliputi obeng, lem plastik, gunting, dan satu laptop. 

"Kalau alatnya dibawa kesini semua susah berat bawanya, service yang bisa dilakukan diantaranya ganti LCD, suara speaker jelek atau rusak, sinyal hilang, dan ngeflash, " jelas dia. 

Sementara untuk kerusakan handphone berat harus dibawa pulang terlebih dulu dan proses perbaikan menunggu waktu 2 - 3 hari. 

"Karena alatnya di rumah. Misal kalau HP yang rusak itu di bagian mesinnya maka harus dibawa ke rumah, kan butuh listrik. Kalau buka di pinggir jalan tidak ada listrik, belum lagi resiko hujan, " ujarnya.

Menurutnya kesulitan membuka lapak service di pinggir jalan harus rela mengahadapi panas dan hujan sampai pelanggan datang. 

"Harus betul-betul ditunggui sampai orang yang mau service handphone datang. Belum lagi harus panas-panasan," katanya. 

Semenjak PPKM omzet bulanannya turun drastis 80 persen dari yang biasanya. Dengan kondisi inipun ia merumahkan sementara tiga orang karyawannya. 

Hari ini saja ia mengaku baru mendapat 5 handphone yang di service. 

Berpindahnya lapak membuat omzetnya menurun drastis. Kurang lebih dua minggu ini ia baru mengantongi laba kotor sekitar Rp 2 juta. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved