Berita Palembang

PPKM Level 4 di Palembang, Sabtu dan Minggu Pengunjung di Lapangan Benteng Kuto Besak Sepi

PPKM Level 4 di Palembang, Pengunjung Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang sepi. Pedagang mengeluhkan penurunan jumlah pendapatan.

Tayang:
SRIPOKU/JATI
Suasana Benteng Kuto Besak di Minggu (8/8/2021). Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level empat di Palembang berdampak pada menurunnya jumlah kunjungan masyarakat ke BKB 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG — Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level empat di Palembang berakibat kepada banyak sektor, terutama perdagangan.

Hal ini dirasakan pula oleh sejumlah pedagang di kawan Benteng Kuto Besak (BKB).

Rohani, pedagang kemplang tunu, mengatakan, semestinya di hari libur pengunjung BKB ramai namun karena adanya PPKM pengunjung berkurang.

"Dulu kalau Sabtu dan Minggu pengunjung ramai. Ini sepi sekali" katanya, Minggu (8/8/2021).

Dia mengatakan, sebelum pandemi dalam sehari dia bisa mendapatkan penghasilan hingga Rp150 ribu.

Bahkan, jika akhir pekan penghasilannya bertambah sampai Rp200 ribuan.

Saat ini, terlebih dengan pembatasan aktivitas masyarakat, pendapatannnya menurun hingga 60 persen.

Dia pun dibuat kelimpungan.

"Sekarang untuk dapet Rp50 ribu saja susah. Sering bingung," ujar perempuan yang telah puluhan tahun berjualan di kawasan yang bersisian dengan jembatan Ampera ini.

Serupa dengan Rohani, Uni, penjual minuman keliling juga mengaku omzetnya berkurang sejak awal pandemi. Pengurangan lebih dirasakan lagi selama PPKM.

Dia menyebutkan, sepinya BKB membuat dia harus melakukan kerja ekstra yakni berkeliling dengan memutar beberapa kali.

Upaya ini dilakukannya sembari berharap pengunjung berminat membeli minuman yang ditawarkan dua kali.

Baca juga: Kronologi dan Motif Anak Bacok Bapak Kandung di Palembang, Ini Kesaksian Tetangga

Harga minuman yang dijajakan perempuan paruh baya ini sebetulnya murah yakni hanya Rp10 ribu untuk tiga jenis minuman.

Namun, sepinya kedatangan masyarakat ke BKB ini menjadikan minuman yang dibawanya tak kunjung ludes hingga sore.

"Ya, bagaimana pun juga harus disyukuri. Yang  penting masih laku walaupun sedikit," kata Uni. (JATI/SP)

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved