Nurul Akmal Dihina Body Shamming

Sosok Orang yang Teriak 'Yang Paling Kurus' Lecehkan Nurul Akmal Diburu, Berikut Profil Nurul Akmal

Sosok yang menyebut 'yang paling kurus' melecehkan Nurul Akmal menjadi musuh bersama netizen Indonesia.

Editor: Siemen Martin
instagram nenk_update Dan Nurul Akmal
Sempat Heboh Di Media Sosial Beredarnya Video Body Shaming Yang Diarahkan Pada Nurul Akmal, Akhirnya Ia Berkomentar Tentang Video Tersebut, Jumat(6/8/2021).Menurut Nurul Akmal Ia Benci Body Shaming Apalagi Sampai Melibatkan Orang Tuanya. 

TRIBUNSUMSEL.COM - Sosok yang menyebut 'yang paling kurus' melecehkan Nurul Akmal menjadi musuh bersama netizen Indonesia.

Pelecehan terhadap Nurul Akmal atletolmpiade angkat besi itu dinilai merendahkan martabat seseorang.

Atlet angkat besi putri, Nurul Akmal mendapat perlakukan tak menyenangkan saat tiba di Indonesia pada Rabu (4/8/2021) malam.

Nurul Akmal tergabung kedalam rombongan terakhir tim Indonesia yang berlaga di Olimpiade Tokyo 2020 yang tiba di Indonesia.

Romongan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten pada Rabu (4/8/2021) sekitar pukul 23.55 WIB.

Kedatangan Nurul Akmal beserta rombongan di Tanah Air langsung disambut oleh Menteri Pemuda Olahraga RI, Zainudin Amali.

Namun ditengah prosesi penyambutan para atlet, terdapat aksi body shaming yang dilakukan oleh oknum kepada Nurul Akmal.

Aksi body shaming kepada Nurul Akmal sangat terdengar jelas dari rekaman siaran langsung akun Instagram Tim Indonesia Official (@timindonesiaofficial).

Ketika nama Nurul Akmal dipanggil namanya dan mengambil karangan bunga, ia kemudian diminta berhenti sejenak untuk dilakukan sesi foto.

Tepuk tangan meriah mewarnai penyambutan Nurul Akmal. Ia tampak mengenakan jilbab dan celana hitam serta jaket tim Indonesia.

Nurul kemudian melambaikan tangan kepada awak media dan tamu yang sudah menunggunya.

Celutukan seseorang yang sangat tak pantas memecah kesunyian.

“Yang paling kurus,” sebuah teriakan body shaming yang terdengar jelas.

Diduga, teriakan body shaming tersebut ditujukan kepada Nurul Akmal.

Tentu saja, ini mengundang reaksi warganet di dalam kolom komentar.

Para warganet mengecam tindakan oknum tersebut yang diduga melakukan body shaming kepada pahlawan olahraga Indonesia.

“Itu yang pas bagian Nurul foto terus ada yg teriak "yg paling kurus" tolong ditindak dong, masak penyambutan pahlawan negara, dimana dia sdh bekerja keras membawa nama negara sempet2nya body shaming,” kata chasunshinee.

“Kalau perlu orang yg sudah body shaming haruss dikenakan sanksi+hukuman dan harus minta maaf langsung ke yang bersangkutan kemudian dipost di akun ini. Nurul tidak pantas diperlakukan seperti itu,” harapnya.

Akun khansa_ria23 mengatakan “sebel banget pas menit ke 25, pas sesi Nurul Akmal ada yg teriak "yg paling kurus" plis maksudnya apaa body shaming begitu?,”

Akun Bayuwijaya, mengutarakan “tolong itu pas sesi nurul akmal ada yg bilang "yang paling kurus" (ga tega sebenernya nulis gini. maap) ditangkep,”

“Keluarin dari Indonesia karena sudah menghina pahlawan olahraga Indonesia, penjarain, kasih sanksi.,” sambungnya.

Nurul Akmal merupakan atlet angkat besi putri Indonesia asal Aceh yang turun di kelas +87kg Olimpiade Tokyo 2020.

Tampil di Tokyo International Forum, pada Senin (2/8/2021) malam, Nurul Akmal berhasil finis di urutan kelima dengan total angkatan 256 kg.

Jumlah tersebut didapat Nurul Akmal dari angkatan snatch terbaik 115 kg dan angkatan clean & jerk seberat 141 kg.

Lifter kelahiran di Desa Serba Jaman, Tanah Luas, Aceh Utara itu mengawali kompetisi dengan mengangkat beban 107kg di kesempatan pertama snatch.

Secara bertahap, Amel menambah beban angkatannya menjadi 111kg dan 115kg, dan mengakhiri sesi snatch di urutan kelima.

Lifter Indonesia, Nurul Akmal berlaga dalam cabang angkat besi +87kg putri pada Olimpiade Tokyo 2020 di Tokyo International Forum di Tokyo pada 2 Agustus 2021. (Mohd RASFAN / AFP)
Dengan posisi relatif aman di peringkat lima, tim pelatih mulai menjalankan strategi untuk mendongkrak peringkat Amel.

Sesi clean & jerk diawali dengan beban 141kg.

Dalam usaha menaikkan peringkat, Amel melakukan angkatan 151kg di kesempatan kedua, namun gagal.

Tim pelatih kembali menambah beban menjadi 154kg di percobaan ketiga dan Amel kembali gagal.

Bagi Amel, bisa tampil di Olmipiade merupakan pengalaman yang luar biasa.

“Sungguh sulit dijelaskan. Saya deg-degan banget. Alhamdulillah, angkatan snatch bagus, tapi di clean dan jerk saya agak terburu-buru di angkatan kedua dan ketiga,” katanya.

“ Saya mendapat pengalaman yang hebat di sini karena selama ini saya hanya berhadapan dengan lawan dari Asia. Kali ini ada yang dari Eropa, bahkan dari seluruh dunia,” tukas Amel.

Artikel ini telah tayang di SerambiNews

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved