Kebakaran Gudang PT SIG di Sako

Kebakaran Pabrik Sekaligus Gudang PT SIG di Sako, Tidak Ada Korban, Pemadaman Masih Berlangung

Api mudah membesar karena banyak benda-benda berbahan kayu di dalamnya. Karena memang kayu yang diolah di sini. Jadinya memang cepat menyambar.

TRIBUN SUMSEL/SHINTA DWI ANGGRAINI
Kebakaran di gudang penyimpanan milik PT Sako Indah Gemilang yang terletak di Jalan Sungai Lematang, Kelurahan Sako Kecamatan Sako Palembang, Kamis (29/7/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Kebakaran menghanguskan seluruh bagian gudang sekaligus pabrik milik PT Sako Indah Gemilang (SIG) yang berada di Jalan Jepang RT 06 RW 10 Kelurahan Sako Kecamatan Sako Palembang, Kamis (29/7/2021).

Api dengan cepat menjalar ke bagian bangunan yang menyimpan banyak kayu serta cat di dalamnya.

Bahkan warga juga sempat mendengar adanya ledakan saat kobaran api berusaha dipadamkan.

"Mungkin karena didalamnya ada banyak cat jadinya bahan itu yang terbakar," ujar salah seorang warga.

Sementara itu, Lurah Sako, Adeli mengatakan, PT SIG bergerak di bidang pengolahan perabot kayu dari bahan mentah ke bahan jadi diantaranya untuk digunakan sebagai gagang sapu, bingkai dan sejumlah perabot rumah lainnya.

Hasil olahan selanjutnya akan diekspor ke luar negeri.

"Pabrik ini masih beroperasional seperti biasa. Tadi juga pegawainya masih kerja," tuturnya.

Adeli berujar, kebakaran terjadi kurang lebih sekira 20 menit setelah pegawai PT SIG sudah pulang ke rumah.

Tepatnya api pertama kali diketahui muncul sekira pukul 14.20 WIB.

"Api mudah membesar karena banyak benda-benda berbahan kayu di dalamnya. Karena memang kayu yang diolah di sini. Jadinya memang cepat menyambar kemana-mana," ungkapnya.

Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini sebab titik kebakaran juga berada sedikit jauh dari pemukiman warga.

Hanya saja, tidak ada barang-barang yang bisa diselamatkan dalam kebakaran ini.

"Untuk kerugian masih belum tahu karena pemilik juga masih sibuk menjinakkan api," ujarnya.

Sementara itu, proses pemadaman sedikit mengalami kesulitan dikarenakan terbatasnya ketersediaan air di seputar lokasi kebakaran ini.

Sejumlah warga juga memadati lokasi kejadian untuk melihat apa yang terjadi.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved