Breaking News:

Berita Prabumulih

Kenakan Rompi Tahanan Oranye, Dua Tersangka Dugaan Korupsi KMKK Dibawa ke Palembang

Dua tersangka dugaan korupsi KMKK pada salah satu bank BUMN di Prabumulih dilimpahkan Kejari Prabumulih ke Pengadilan Tipikor Kelas 1A Palembang.

Penulis: Edison | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/EDISON
Dua tersangka dugaan kasus korupsi pemberian fasilitas Kredit Modal Kerja Kontruksi (KMKK) salah satu bank BUMN di Prabumulih ketika digelandang ke mobil untuk dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Palembang, Senin (26/7/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Setelah sebelumnya beralasan sakit, akhirnya dua tersangka dan barang bukti perkara dugaan korupsi pemberian fasilitas Kredit Modal Kerja Kontruksi (KMKK) pada salah satu bank BUMN di Prabumulih dilimpahkan oleh Kejaksaan Negeri Prabumulih ke Pengadilan Tipikor kelas 1A Palembang, Senin (26/7/2021).

Dua tersangka yakni FD yang merupakan mantan Account Officer Relation Manager Cabang salah satu bank BUMN di Prabumulih dan IH yang merupakan debitur pada saat pengajuan kredit.

Mengenakan rompi tahanan berwarna merah mudadan topi, kedua tersangka digiring memasuki mobil Inova hitam dengan plat dinas nomor BG 1180 CZ milik kejaksaan.

Kedua tersangka kemudian dibawa ke Palembang untuk dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor kelas 1A Palembang.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Prabumulih, Topik Gunawan SH MH melalui Kepala Seksi (Kasi) Tindak Pidana Khusus (Pidsus), Wan Hadi Susilo Hadi SH didampingi Kasi Intel Hendra mengungkapkan pihaknya malakukan tahap dua melimpahkan tersangka dan barang bukti.

"Kita limpahkan tersangka dan barang bukti dari penyidik ke penuntut umum, dengan dua tersangka telah diserahkan maka kewenangan ada di JPU," ungkap Wan ketika diwawancarai.

Kasi Pidsus menuturkan, dua tersangka dibawa dan akan dititipkan di rutan kelas 1 Pakjo Palembang lalu berkas perkara dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Palembang.

"Selama 20 hari menjadi kewenangan JPU, masalah penahanan. Jadi setelah 20 nanti menjadi keweanangan pengadilan dan selanjutnya jadi keweanangan majelis hakim," tuturnya.

Disinggung jika sebelum dilimpahkan dua tersangka sempat diperiksa lalu apa hasilnya, Kasi Pidsus mengaku jika kererangan dua tersangka masih sama sebagaimana yang pernah disampaikan di proses penyelidikan. "Tadi (pemeriksaan-red) hanya untuk pengulangan saja, penegasan untuk dalam BAP dan berkas perkara," bebernya.

Baca juga: Siapa Akidi Tio ? Pengusaha Asal Aceh Beri Sumbangan 2 Triliun ke Sumsel untuk Penanganan COVID

Ditanya dua tersangka disangkakan pasal berapa, Kasi Pidsus mengatakan keduanya dijerat pasal 2 dan pasal 3 UU Tipikor dengan ancaman 6 tahun penjara. "Untuk dua tersangka inisial FD yang merupakan mantan Account Officer Relation Manager bank BUMUN Cabang Prabumulih dan IH yang merupakan debitur pada saat pengajuan kredit," katanya seraya menyebutkan menunggu perkembangan apakah ada kemungkinan bertambah tersangka atau tidak.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Prabumulih melakukan penyidikan perkara dugaan korupsi pemberian fasilitas kredit KMKK di Bank BUMN di Prabumulih yang terjadi tahun 2017-2019.

Kejari Prabumulih menetapkan dua tersangka dalam perkara itu yaitu FD yang merupakan mantan Account Officer Relation Manager salah satu bank BUMN Cabang Prabumulih dan IH yang merupakan debitur pada saat pengajuan kredit. Dari hasil penyidikan, kejaksaan menilai perbuatan kedua tersangka menyebabkan kerugian Rp 5,967 miliar.

Ikuti Kami di Google Klik

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved