Berita Palembang
Dampak PPKM, Pedagang Ayam Potong di Pasar Tradisional Km 5 Kesulitan Habiskan Stok
Pedagang ayam di pasar tradisional masih kesulitan menjual habis dagangannya imbas dari pengetatan PPKM di Palembang.
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Tiga hari pasca Hari Raya Idul Adha 1442 H sejumlah pedagang ayam di pasar tradisional masih kesulitan menjual habis dagangannya imbas dari pengetatan PPKM di Palembang, Jumat (23/7/2021).
Di Pasar Km 5, meski pedagang sayur, daging sapi, kue, ayam, aksesoris sudah mulai banyak yang berjualan namun jumlah pembeli masih sangat sedikit.
Ati, salah satu pedagang ayam potong merasakan dampak PPKM yang membuatnya kesulitan menghabiskan ayam-ayam yang ia bawa dari rumah.
"Semenjak Palembang kena PPKM menghabiskan 200 kilo ayam per hari sudah sangat sulit. Buka dari pukul 05:00 WIB subuh di sini sampai sekarang baru terjual 50 kilo, " katanya ketika dibincangi.
Rentetan dampak PPKM ini membuat pelanggannya juga membatasi pembelian. Bahkan sebelum pandemi Covid-19, dalam sehari Ati mampu menjual 4 pikul atau 400 kilogram ayam.
"Selain masyarakat biasa pelanggan saya yang beli ayam adalah pedagang juga untuk dijual lagi seperti pecel lele, warung makan, dan lain-lain. Sekarang apa-apa dibatasi jadi ya mereka juga beli ayam lebih sedikit, " ungkapnya.
Sama halnya dengan Nia pedagang ayam potong lainnya, menurutnya selama kondisi pandemi Covid-19 masih merebak, akan membuat dampak ekonomi pedagang semakin terpuruk.
Kesulitan menghabiskan stok ayam juga ia rasakan sepekan terakhir.
"Tanggal 19 Juli tadi sebelum Idul Adha itu pembeli sudah sepi. Setengah dari yang dibawa saja belum habis hari ini, " katanya.
Harga jual ayam potong saat ini berkisar Rp 32 ribu - Rp 35 ribu per kilo, harga ini berangsur naik semenjak mendekati Idul Adha. Sementara ayam satuan yang belum dipotong Rp 25 ribu per kilo.
Baca juga: Demo Koalisi Penggiat Anti Korupsi Sumsel di Kejati, Sikapi Kasus Dugaan Korupsi Masjid Sriwijaya