Breaking News:

Berita Lubuklinggau

Januari-Juli Ada 213 Remaja di Musi Rawas Ajukan Dispensasi Nikah, Banyak yang Hamil Diluar Nikah

Sebanyak 213 remaja di Kabupaten Mura, Sumsel mengajukan permohonan dispensasi nikah di PA Lubuklinggau.

Penulis: Eko Hepronis | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/EKO HEPRONIS
Panitera Pengadilan Agama (PA) Lubuklinggau, Yuli Suryadi menyampaikan ratusan pengajuan ada 213 remaja mengajukan dispensasi menikah terhitung sejak bulan Januari hingga 18 Juli 2021 lalu. 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU -- Sebanyak 213 remaja di Kabupaten Musi Rawas (Mura), Sumatera Selatan (Sumsel) mengajukan permohonan dispensasi nikah di Pengadilan Agama (PA) Lubuklinggau.

Rata-rata dari ratusan permohonan dispensasi menikah ini disebabkan remaja telah berhubungan badan hingga hamil diluar nikah.

Panitera Pengadilan Agama (PA) Lubuklinggau, Yuli Suryadi menyampaikan ratusan pengajuan tersebut terhitung sejak bulan Januari hingga 18 Juli 2021 lalu.

"Untuk tahun 2021 ini perkara permohonan dispensasi nikah ini terjadi kenaikan yang cukup signifikan bila dibanding tahun lalu (2020)," kata Yuli pada Tribunsumsel.com, Kamis (22/7/2021).

Yuli menyebutkan Pengadilan Agama Lubuklinggau membawahi tiga wilayah hukum yakni Kabupaten Mura, Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).

"Untuk yang paling tinggi Kabupaten Mura 213 permohonan, Kota Lubuklinggau 124 permohonan dan yang paling sedikit Kabupaten Muratara 13 permohonan," ujarnya.

Menurut Yuli, selain faktor hamil diluar nikah dan pergaulan bebas lainnya, faktor penyebab lain tingginya permohonan dispensasi nikah ini disebabkan karena perubahan undangan-undang perkawinan yang terbaru dari usia 16 tahun menjadi 19 tahun.

"Tapi yang paling banyak alasan orang tua karena anaknya telah berhubungan suami istri, sudah hamil di luar nikah. Dan ada juga mengajukan alasan bahwa anaknya khawatir hamil diluar nikah lalu melanggar syariat Islam," ungkapnya.

Namun, dari sejumlah permohonan itu tidak serta merta semuanya diterima, mulai dari persyaratan tidak lengkap, karena bila sudah hamil harus ada surat keterangan hamil dari dokter atau bidan pemerintah.

"Kemudian bagi anak yang masih dibawah usia 17 tahun yang mengajukan dispensasi nikah harus ada rekomendasi psikologi, jadi tidak serta merta kita langsung terima," paparnya.

Yuli juga menambahkan, pihaknya juga sudah menyampaikan data tersebut ke kabupaten / kota masing-masing agar dilakukan penyuluhan untuk menekan tingginya angka permohonan dispensasi nikah ini.

"Kita sudah menyampaikan baik di Kabupaten Mura dan Kota Lubuklinggau agar melakukan MOU terkait penyuluhan bahaya pernikahan dini, tapi hingga saat ini belum ada tindak lanjutnya," tambahnya.

Baca juga: Masa Pendaftaran CPNS Diperpanjang Hingga 26 Juli, Ini Jadwal Lengkap Tahapan Tes Sampai Pengumuman

Ikuti Kami di Google Klik

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved