Update Harga Karet Sumsel

Harga Karet Setelah Lebaran Idul Adha 1442 H, Kadar Karet Kering 100 Persen Turun Rp 190 per Kg

Setelah Idul Adha 1442 Hijrah, harga karet di Sumsel untuk kadar karet kering (KKK) 100 persen hingga 40 persen mengalami penurunan.

Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Vanda Rosetiati
Tribun Sumsel/ Winando Davinchi
Update harga karet usai lebaran Idul Adha 1442 turun Rp 190 per kg. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Setelah Idul Adha 1442 Hijrah, harga karet di Sumatera Selatan (Sumsel) untuk kadar karet kering (KKK) 100 persen hingga 40 persen mengalami penurunan.

"Indikasi harga karet hari ini turun Rp 190 per kg dibandingkan indikasi karet hari, Senin (19/7) untuk KKK 100 persen," kata Kabid Pengolahan dan Pemasaran Hasil Dinas Perkebunan Provinsi Sumsel Rudi Arpian MSi, Rabu (21/7/2021).

Berdasarkan data Singapore Commodity yang diolah Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel bersama Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel, harga karet KKK 100 persen pada 19 Juli 2021 Rp 20.491 per kg.

Sedangkan harga karet hari ini, Rabu (21/7/2021) untuk KKK 100 persennya di harga Rp 20.301 per kg, artinya ada penurunan Rp 190 per kg dibandingkan harga hari Senin.

Lalu untuk KKK 70 persen hari ini, diharga 14.211 per kg, KKK 60 persen diharga Rp 12.181 per kg, KKK 50 persen diharga Rp 10.151 per kg, dan KKK 40 persen diharga Rp 8.120 per kg.

Baca juga: H+1 Idul Adha 1442, Pedagang di Pasar Tradisional Belum Banyak Jualan, Ayam Potong Rp 30 Ribu per Kg

Rudi pun memberikan tips agar kadar karet kering ditingkat petani lebih maksimal caranya yaitu pakai bahan pembeku yang dianjurkan dan harus seragam. Bisa pakai Specta, Asap Cair atau Deorub.

Lalu umur bahan olah karet rakyat (Bokar) harus sama, misal kalau umur seminggu dijual seragam umur seminggu. Jangan dicampur dengan Bokar yang ber umur 2 atau 3 hari.

Kemudian, tidak boleh direndam dan dicampur dengan bahan bukan karet, makin cepat ditumpahkan dari bak pembeku makin tinggi KKK nya.

Rudi menambahkan, saat ini petani di Sumsel makin tertarik untuk bergabung atau membentuk UPPB baru karena dinilai lebih menguntungkan, sehingga total UPPB yang sudah terbentuk ada 302 UPPB yang tersebar di 14 Kabupaten/Kota.

Ikuti Kami di Google Klik

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved