Breaking News:

Berita Palembang

Perlintasan KA dekat Sekolah, Herman Deru Usulkan Bangun Flyover Pintu Perlintasan Jalur KA

Gubernur Sumsel H Herman Deru mendukung rencana pembangunan double track dan flyover ataupun underpass beberapa titik jalan sebidang

Editor: Yohanes Tri Nugroho
Humas Pemprov Sumsel
Gubernur Sumsel Herman Deru menerima anjangsana Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Wilayah Sumbagsel Ikhsandy Wanto Hatta di ruang tamu Gubernur, Selasa (13/7/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru mendukung rencana pembangunan double track dan flyover ataupun underpass beberapa titik jalan sebidang yang berlintasan dengan jalur rel kereta api.

Herman Deru menilai, pembangunan flyover tersebut tentu akan berdampak baik sehingga aktivitas masyarakat tidak terganggu.

"Untuk pembangunan double track tentu tidak ada masalah, silahkan saja dibangun karena intensitas angkutan perkeretaapian terus meningkat. Termasuk juga untuk pembangunan flyover di perlintasan kereta api memang sangat dibutuhkan," ujar ketika menerima anjangsana Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Wilayah Sumbagsel di ruang tamu Gubernur, Selasa (13/7/2021).

Dia menyebut ada beberapa lokasi di daerah yang mendesak dibuatkan flyover salah satunya di Kabupaten Muara Enim mengingat, lalu lintas perkerataapian daerah tersebut melintasi pusat kota.

"Dengan flyover ini, aktivitas masyarakat dapat berjalan lancar. Apalagi jalur kereta di Muara Enim ini beberapa diantaranya terdapat tak jauh dari gedung sekolah dan perkantoran," ungkap Herman Deru.

Dalam pertemuan itu, Gubernur Herman Deru juga meminta Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Wilayah Sumbagsel dapat membuat terobosan demi perkembangan perkeretaapian di Sumsel.

Termasuk melakukan sosialisasi secara masif meminimalisir terjadinya persoalan antara perkeretaapian dan masyarakat terutama yang terkait dengan aset.

"Saya sarankan balai teknik ini melakukan terobosan untuk peningkatanan sistem perkeretapian di Sumsel. Kemudian juga sosialisasi tidak boleh berhenti serta rutin melakukan inventarisasi aset yang ada agar pemasalahan tidak terjadi," tuturnya.

Menurutnya, selain untuk meminimalisir persoalan dengan masyarakat, inventarisasi aset tersebut juga akan menghindari terjadinya kecelakaan.

"Mobilitas kereta api di Sumsel ini cukup tinggi, baik kereta penumpang maupun kereta angkutan barang. Ini kerap menimbulkan kecelakaan karena ketidaktahuan masyarakat terkait batasan dengan jalur kereta. Sebab itu, sosialisasi serta inventarisasi aset ini harus dilakukan agar masyarakat paham dan tidak melanggar Undang-undang perkeretaapian ini," paparnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved