Berita Palembang

Cerita Aristia Usai Divaksin, Akui Kini Merasa Lebih Terlindungi

"Tak seseram apa yang dikatakan, saya tak merasakan apapun pasca divaksin," ujarnya kepada Tribunsumsel, Jumat (25/6/2021).Malahan, dikatakan Aristi

Tribunsumsel.com/Moch Krisnariansyah
Aristia Guru Swasta di Palembang Bercerita Pengalaman Divaksin Covid-19 

TRIBUNSUMSEL.COM,PALEMBANG -- Merasa Aman dan Lebih Terlindungi inilah yang terucap dari Aristia seorang guru di Kota Palembang saat bercerita mengenai pengalaman divaksin.

Sebagai tenaga pendidik dirinya termasuk dalam golongan pelayan publik yang mendapatkan prioritas untuk divaksinasi covid-19.

Diketahui menteri pendidikan Nadiem Makariem sudah memastikan jika proses pembelajaran tahun ajaran baru 2021 akan digelar Juli mendatang.

Adapun para tenaga pendidik harus divaksin sebagai syarat proses pembelajaran tatap muka (PTM) bisa dilakukan.

Mengingat sudah hampir 2 tahun para siswa belajar via online.

"Tak seseram apa yang dikatakan, saya tak merasakan apapun pasca divaksin," ujarnya kepada Tribunsumsel, Jumat (25/6/2021).

Malahan, dikatakan Aristia dirinya mengaku kini merasa lebih aman dan terlindungi semenjak di vaksin.

" Walau divaksin tidak 100 persen membuat kita terhindari dari infeksi covid-19, namun setidaknya tubuh sudah diproteksi," terangnya.

Ibu satu orang anak ini menilai masyarakat seharusnya tak perlu ragu dan takut untuk divaksin.

" Kalau saya fikir positif jika vaksin sebagai salah satu ikhtiar untuk melindungi diri, serta jangan mudah termakan isu hoax," bebernya

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan kota Palembang Ahmad Zulinto mewajibkan untuk guru di Kota Palembang wajib untuk melakukan suntik vaksin.

Vaksinasi ini bisa menjaga imun bersama tenaga guru baik di tingkat TK, SD, SMP baik di negeri dan swasta di Kota Palembang

Zulinto menyebut banyak guru dan orang tua mengeluhkan pembelajaran jarak jauh karena tak efektif.

Selain itu, ia mengkhawatirkan angka siswa putus sekolah akan meningkat apabila sekolah tak segera dibuka.

"Belajar online kurang efektif, siswa baru pun tidak mengenal guru dan teman-teman sekolahnya.

Banyak siswa juga bermalas-malasan belajar online karena sulit untuk memantau satu per satu siswa lewat sistem belajar ini," ujarnya.

Lebih lanjut, Zulinto menyebut belajar tatap muka di sekolah juga akan dibatasi dengan jumlah siswa hanya 15 orang per kelas. Seluruh siswa wajib menerapkan protokol kesehatan dan mengenakan masker selama di sekolah.

(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved