Penanganan Corona

Status Palembang Zona Merah, Pilih WFH atau WFO, Dinkes Sumsel: Tergantung Situasi Tempat Kerja

Kalau kantornya sempit sebaiknya menerapkan, kalau kantornya besar yang nggak apa-apa. Supaya protokol Kesehatan dapat dilakukan dengan optimal

Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Vanda Rosetiati
kompas.com
Ilustrasi Corona. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Dalam rapat terbatas yang dihadiri Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Ma'ruf Amin, dan sejumlah menteri serta kepala lembaga terkait menyatakan kegiatan perkantoran yang berada di zona merah atau risiko tinggi Covid-19 wajib menerapkan work from home (WFH).

Untuk di Sumatera Selatan (Sumsel) salah satu yang zona merah yaitu Palembang.

Menangapi hal tersebut Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang dr Fauziah Mkes atau yang sering disapa Sisi mengatakan, WFH merupakan salah satu strategi dalam implementasi point 3M (memakai masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan).

"Dengan WFH artinya ada menjaga jarak. Untuk itu kita sudah menerapkan WFH dan WFO (work from office). Kalau kita menerapkan 50 persen WFH dan 50 persen WFO," kata dr Sisi saat dikonfirmasi Tribun Sumsel, Senin (21/6/2021).

Lebih lanjut ia mengatakan, untuk zona merah atau zona risiko tinggi berarti di area tersebut masih terjadi transmisi lokal. Kedisiplinan 3M dan vaksinasi Covid-19 perlu didukung oleh seluruh elemen masyarakat dalam pengendalian pandemi Covid-19.

"Pemerintah Kota Palembang hingga saat ini masih menjalankan kebijakan WFH 50 dan WFO 50 persen. Tapi jika memang akan diberlakukan 75 persen yang WFH untuk daerah zona merah kami siap mendukung. Namun kebijakannya tersebut ada di level Pemerintah Kota Palembang," katanya.

Baca juga: Jelang Belajar Tatap Muka Terbatas 12 Juli, Begini Kesiapan Sejumlah Sekolah di Palembang

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, Lesty Nurainy menambahkan, terkait hal tersebut tergantung situasi tempat kerjanya atau kantornya.

"Kalau kantornya sempit sebaiknya menerapkan, kalau kantornya besar yang nggak apa-apa. Supaya protokol Kesehatan dapat dilakukan dengan optimal, terutama jaga jarak aman," kata Lesty.

Menurut Lesty, untuk presentasi 50 persen atau 25 persen melihat situasi tempat kerjanya. Artinya bukan seluruhnya WFH atau tidak, bisa juga dilakukan dengan sistem shift, dengan jumlah dimana protokol kesehatan bisa dilakukan dengan optimal.

"Utamanya jaga jarak bisa dilaksanakan, dan pastikan yang masuk semuanya yang sehat," ungkapnya.

Sedangkan untuk trend perkembangan Covid-19 kasus baru masih fluktiatif, berdasarkan wilayah penularan tingkat sedang sampai tinggi. Kecuali empat lawang tingkat penularan rendah, karena sudah zona kuning.

Ikuti Kami di Google Klik

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved