Berita Banyuasin

Cukup Bayar Rp 5.000, Bisa Terapi Ikan Nilam di Desa Talang Buluh Banyuasin

Terapi Ikan Nilam ternyata ada di Desa Talang Buluh Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin. Pengunjung hanya diminta membayar RP 5 Ribu per orang

Penulis: M. Ardiansyah | Editor: Yohanes Tri Nugroho

TRIBUNSUMSEL.COM, BANYUASIN - Warga Banyuasin dan juga warga Palembang, tak perlu jauh-jauh lagi ke pulau Jawa untuk terapi ikan Nilam.

Karena, saat ini di Desa Talang Kepuh tepatnya di Tugu Selamat Datang Desa Talang Buluh sudah ada terapi ikan Nilam.

Rule Athallah namanya. Di sini, masyarakat yang datang bisa melakukan terapi ikan Nilam.

Untuk masuk ke dalam ini juga, tidak perlu membayar mahal. Cukup membayar tiket Rp 5.000 saja, bisa melakukan terapi ikan Nilam sepuasnya.

Terapi ikan Nilam ini, tak hanya bisa membuang kulit mati saja. Akan tetapi, banyak juga manfaat yang bisa dirasakan.

Baca juga: Desa Tebing Abang Kecamatan Rantau Bayur Banyuasin Dipilih Jadi Kampung Tangguh Bersih Narkoba

Manfaatnya, juga dituliskan pengelola di dekat kolam ikan mulai dari refleksi, melancarkan peredaran darah, menghilangkan bakteri hingga menghilang bau di kaki.

Tribunsumsel.com, berkesempatan untuk mencoba terapi ikan Nilam ini. Saat kedua kaki dimasukan ke dalam kolam, ikan-ikan Nilam mulai dari ukuran kecil hingga besar langsung mengerumi di kaki.

Awalnya, gigitan dari mulut ikan Nilam ini membuat kaki merasa geli. Rasanya, seperti di kelitik dan kesemuatan.

Tawa juga tak bisa tertahan, ketika pertama kali ikan-ikan ini berkerumun di kaki.

Lama kelamaan, kita akan merasa rileks dan tidak akan terasa lagi geli di kaki pada saat pertama kali dimasukan. Hanya tinggal rasa rileks dan kesemutan ketika ikan-ikan ini berkerumun di kaki.

Bila pertama kali kaki masuk ikan yang berkerumun akan banyak, namun lambat laun ikan-ikan ini mulai berkurang.

Hal ini, dikarenakan sel kulit mati maupun bakteri yang ada di kaki sudah mulai berkurang.

Pemilik dan pengelola Rule Athaallah, Siti Sulaidah ketika ditemui menuturkan, kolam ikan Nilam yang dikelolanya baru satu tahun ini dibuka untuk umum.

Meski, kolam ikan ini sudah dibangun sejak empat tahun lalu.

"Dulu, hanya dipakai untuk keluarga, teman-teman saja. Setahun terakhir ini, setelah suami meninggal kamu memutuskan untuk membukanya untuk umum. Kami tidak mematok harga masuk mahal-mahal, karena sifatnya uang dari pengunjung untuk biaya operasional dan perawatan saja," ujarnya, Senin (21/6/2021).

Baca juga: Kabar Gembira, Insentif Tenaga Kesehatan Banyuasin untuk Penanganan Covid-19 Tahun 2020 Segera Cair

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved