Breaking News:

Penembakan Laskar FPI

2 Anggota Polisi yang Tembak Mati 6 Pengawal Habib Rizieq Tak Ditahan, Ini Alasan Polisi

Meski sudah berstatus tersangka pembunuhan, dua anggota polisi yang menembak mati enam pengawal Habib Rizieq tak ditahan oleh polisi.

Editor: Siemen Martin
Istimewa
Enam Anggota FPI yang diduga berusaha menyerang polisi namun tewas ditembak mati Polisi. Jenazah enam anggota laskar khusus FPI itu kini berada di RS Kramat Jati 

TRIBUNSUMSEL.COM - Meski sudah berstatus tersangka pembunuhan, dua anggota polisi yang menembak mati enam pengawal Habib Rizieq tak ditahan oleh polisi.

Alasan polisi tak menahan karena tersangka merupakan anggota polisi.

Hal itu diungkapkan oleh Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan.

Kombes Ahmad menjelaskan, dua tersangka penembak laskar pengawal Rizieq Shihab lantaran tersangka kooperatif selama proses penyidikan sehingga tak akan ditahan.

Selain itu, kedua tersangka yang juga anggota Polda Metro Jaya itu juga diyakini tidak akan menghilangkan barang bukti dan melarikan diri hingga tahapan persidangan

Ahmad menuturkan penahanan tersangka juga bagian dari penilaian penyidik. Menurutnya, penyidik berhak menentukan apakah seorang tersangka layak ditahan atau tidak.

"Jadi penahanan itu tidak wajib. Kapan penyidik melakukan penahanan ketika ada kekhawatiran terhadap itu," ujar dia.

Di sisi lain, ia menuturkan berkas perkara kedua tersangka kini telah kembali dilimpahkan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) setelah melakukan serangkaian perbaikan.

Hingga saat ini, berkas itu masih ditelaah oleh tim JPU Kejaksaan Agung RI.

"Berkas masih di kejaksaan belum P21. Jadi untuk tahap 2 itu aturannya setelah JPU menyatakan berkas tersebut lengkap atau P21. Maka dalam waktu maksimal 14 hari maka tahap 2 akan disampaikan," ujarnya.

Diketahui, ada 3 anggota Polri yang ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus ini yaitu EPZ, FR dan MYO.

Namun, seorang tersangka berinisial EPZ tak dilanjutkan penyidikannya karena telah meninggal dunia.

Dalam kasus ini, tersangka FR dan MYO yang disangka melanggar Pasal 338 KUHP Jo Pasal 56 KUHP tentang tindak pidana pembunuhan.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved