Breaking News:

Berita Palembang

Menteri PPA Bintang Puspayoga Prihatin Kasus Pada Kekerasan Anak Meningkat di Masa Pandemi

situasi di Pandemi ini muncul masalah yang kompleks sehingga memicu terjadi kekerasan pada perempuan dan anak cukup tinggi dan jadi perhatian kita.

TRIBUN SUMSEL/SRI HIDAYATUN
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga (tengah) saat melakukan dialog Pemerhati Perempuan dan Anak di Hotel Arista, Kamis (10/6/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Di tengah pandemi covid-19, Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA)prihatin dengan meningkatnya kasus kekerasan terhadap anak yang meningkat di Indonesia.

Hal ini terungkap saat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga melakukan dialog Pemerhati Perempuan dan Anak di Hotel Arista, Kamis (10/6/2021).

"Berdasarkan laporan yang masuk ke kita, kekerasan anak di tengah pandemi ini meningkat," ujarnya.

Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak atas Pengasuhan dan Lingkungan KemenPPPA RI, Rohika mengatakan situasi pandemi memang membuat kasus kekerasan anak meningkat.

"Situasi pandemi ini belum pernah terjadi di semua negara termasuk Indonesia. Jadi situasi di Pandemi ini muncul masalah yang kompleks sehingga memicu terjadi kekerasan pada perempuan dan anak cukup tinggi dan jadi perhatian kita," ujarnya.

Ia mengatakan pola pengasuhan yang buruk pada anak menjadi pemicu terjadi kekerasan terhadap anak ini.

"Kalau secara persentase memang kita belum ada karena untuk melakukan ini butuh kajian khusus," tutur dia.

Bukan hanya kekerasan pada anak saja, angka perkawinan anak juga meningkat ditengah pandemi ini.

"Meski belum ada kajian tapi adanya faktor ekonomi, pola asuh anak yang buruk menjadi salah satu penyebab ini," ungkap dia.

Baca juga: Terpanggil Buat Bank Sampah, Fauzi Dapat Penghargaan Kalpataru Dari Bupati Banyuasin Askolani

Baca juga: Pemkot Palembang Pastikan Gaji ke-13 PNS Cair Minggu Ini

Kalau untuk angka perkawinan anak ini meningkat yakni naik menjadi 64 ribu. "Angka disepensasi pernikahan kan dari 16 tahun sekarang jadi 19 tahun, nah ini yang meningkat angka pernikahan anak dibawah 19 tahun ini banyak terjadi ditengah pandemi seperti ini," bebernya.

Halaman
12
Penulis: Sri Hidayatun
Editor: Vanda Rosetiati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved