Breaking News:

Berita Kriminal Banyuasin

Video Perampokannya Viral, Perampok Toko Fesyen di Banyuasin Ternyata Baru 1 Bulan Keluar Penjara

Bervariasi dapat uangnya. Seperti kemarin dapatnya besar. Uangnya rencana mau buat beli sabu sama membeli yang lain.

Penulis: M. Ardiansyah
Editor: Vanda Rosetiati

TRIBUNSUMSEL.COM, BANYUASIN - Belum satu bulan bebas dari penjara, Riki Saputra (23) warga Lasi Muba ini kembali ditangkap Satreskrim Polres Banyuasin.

Ia ditangkap, setelah videonya viral melakukan aksi perampokan di Toko Fitri yang berada di Betung beberapa waktu lalu. Ternyata, bukan sekali ini tersangka Riki melakukan aksi perampokan dengan modus yang sama.

Setidaknya, sudah 10 kali tersangka ini melakukan aksi perampokan di toko-toko fasyen dengan modus serupa. Uang hasil merampok, ia gunakan hanya untuk poya-poya.

"Bervariasi dapat uangnya. Seperti kemarin dapatnya besar. Uangnya rencana mau buat beli sabu sama membeli yang lain," ujar tersangka saat diamankan di Mapolres Banyuasin, Senin (7/6/2021).

Saat beraksi, menurut tersangka ia selalu seorang diri. Selain itu, ia tidak pernah membawa senjata tajam atau yang lainnya. Hanya bermodalkan mental untuk menggertak korbannya agar mau menyerahkan barang berharga yang dimintanya.

Namun, bila korbannya melawan ia tak sungkan untuk mengancam korbannya akan dibunuh. Meski, sebetulnya ia sama sekali tidak membawa senjata tajam.

"Kemarin itu, korban melawan. Sehingga aku putuskan untuk mencekik lehernya. Setelah aku ancam korban itu akan dibunuh, baru korban mau memberikan uang dan ponselnya," pungkas tersangka yang hanya lulusan SD ini.

Ia juga melakukan perampokan, karena tidak memiliki pekerjaan. Menurutnya, tidak ada pekerjaan yang cocok dengannya sehingga ia memutuskan untuk merampok.

Kapolres Banyuasin AKBP Imam Tarmudi Sik didampingi Kasatreskrim AKP Ikang Ade Putra mengatakan tersangka baru bebas dari penjara karena kasus yang sama. Setidaknya, tersangka ini sudah 10 kali melakukan aksinya dengan modus serupa.

"Tersangka ini merupakan residivis. Dari interogasi yang kami lakukan, ternyata tersangka ini baru bebas akhir Mei yang lalu dan kembali melakukan aksinya. Kami terpaksa memberikan tindakan tegas kepada tersangka, karena mencoba melawan ketika akan ditangkap," katanya.

Ikuti Kami di Google Klik

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved