Breaking News:

Berita Politik

Jelang Kongres PA GMNI, Selain Puan dan Ganjar, Sumsel Berharap Antasari Azhar Maju

Beberapa nama sudah beredar di media, termasuk Antasari Azhar. Seandainya Kak Antasari ini serius nyalon,tentu kami akan mendukung dan menjadi timses.

TRIBUN SUMSEL/ARIF BASUKI ROHEKAN
Ketua PA GMNI Sumsel Aris Munandar. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Kongres Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) akan digelar di Bandung pada 21 hingga 23 Juni mendatang.

Organisasi yang selama ini identik dengan PDI Perjuangan ini, akan ada agenda utama memilih ketua umum PA GMNI. Dimana, nama- nama yang beredar diantaranya Ketua DPR RI yang juga putri Presiden ke 5 Megawati Soekarnoputri, Gubernur Jawa Tengah, dan sejumlah nama lainnya.

PA GMNI Sumsel sendiri berharap, nantinya juga bisa muncul putra Sumsel yang bisa memimpin kedepan. Salah satunya mantan ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar.

"Beberapa nama sudah beredar di media, termasuk Antasari Azhar. Seandainya Kak Antasari ini serius nyalon, tentu kami akan mendukung dan menjadi timsesnya," kata Ketua PA GMNI Sumsel Aris Munandar, Senin (7/6/2021).

Aris berharap, nantinya Antasari yang merupakan GMNI angkatan tahun 1970 an tersebut, bersedia untuk dicalonkan dari usulan pihaknya.

"Menang atau kalah, PA GMNI Sumsel Berharap Antasari maju," harapnya.

Aris sendiri menilai, jika GMNI selama ini identik dengan PDI-P, karena sama- sama lahir dari rahim yang sama yaitu Partai Nasional Indonesia (PNI).

"Dalam Kultur politik pasca kemerdekaan, setiap partai mempunyai sayap organisasi. GMNI adalah underbouw PNI, partai yg didirikan oleh Bung Karno," ujarnya.

Baca juga: Terpilih Jadi Ketua Alumni GMNI, Aris Ingatkan Bahaya Post Truth terhadap NKRI

Namun diterangkan Aris, pada era depolitisasi yang dikendalikan oleh Orde Baru, sayap-sayap organisasi parpol harus independen.

"Ini ibarat ayam kehilangan induk. Seiring berjalannya waktu, organisasi yang dulu underbouw akhirnya mampu berdikari, hingga sekarang," ucapnya.

Dengan begitu dijelaskan Aris, PA GMNI bukan hanya condong ke PDIP, namun orang diluar PDIP bisa memimpin PA GMNI, dan ini terlihat mulai saat terbentuk hingga sekarang.

"PA GMNI pertama kali terbentuk, dipimpin oleh Palar Batubara, tokoh Golkar, kemudian digantikan oleh Pak Karwo, Gubernur Jatim tokoh Partai Demokrat, kemudian yang sekarang Ahmad Basara, tokoh PDIP. Semoga ini menjadi bukti bahwa PA GMNI adalah organisasi yang independen," tandasnya.

Ikuti Kami di Google Klik

Penulis: Arief Basuki Rohekan
Editor: Vanda Rosetiati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved