Kumpulan Quotes

Kumpulan Kata-Kata Bijak Gusdur (Abdurrahman Wahid) Tentang Pluralisme

Meski telah tiada, namun karya-karya Gus Dur masih dikenang oleh masyarakat Indonesia. Satu dari banyak karyanya yakni kata-kata tentang Pluralisme.

Tayang:
Penulis: Novaldi Hibaturrahman | Editor: M. Syah Beni

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG- Kumpulan Kata-Kata Bijak Dari Presiden Ketiga Indonesia Abdurrahman Wahid Tentang Pluralisme

Abdurrahman Wahid atau yang biasa dikenal dengan nama Gus Dur merupakan presiden ketiga Republik Indonesia sekaligus dijuluki sebagai bapak pluralisme.

Gus Dur dikenal dekat dengan berbagai kalangan, dan tidak membeda-bedakan suku hingga agama.

Baca juga: Quotes Ir Soekarno Tentang Perjuangan, Cinta dan Kehidupan Untuk Caption Medsos FB, IG dan Twitter

Baca juga: 10 Quotes BJ Habibie yang Selalu Dikenang Untuk Pelajar dan Pasangan, Jadikan Status Media Sosial

Baca juga: Quotes Dukungan Palestina Dari Berbagai Tokoh Dunia, Bisa Dijadikan Status Medsos FB, IG dan Twitter

Banyak dari perkataan dan tulisan Gus Dur tentang Pluralisme yang sering dijadikan motivasi untuk mempertahankan sikap toleransi terhadap masayarakat yang berbeda suku ras dan agama.

Meski telah tiada, namun karya-karya Gus Dur masih dikenang oleh masyarakat Indonesia.

Satu dari banyak karyanya yakni kata-kata tentang Pluralisme antar maswayarakat tanah air.

Dihimpun dari berbagai sumber, berikut ini kumpulan kata-kata bijak dari Abdurrahman Wahid atau yang lebih dikenal dengan Gus Dur tentang pluralisme.

1. Orang yang masih terganggu dengan hinaan dan pujiam dari manusia, dia masih hamba yang amatiran.

2. Tugas pokok intelektual adalah mempertahankan kebebasan berpkir, bukan membunuh kebebasan berpikir.

3. Dari sudut agama, saya ingin meningatkan, agar ketidaksenangan kita terhadap seseorang aatu kaum, jangan sampai menyebabkan kita berlaku tidak adil dalam memutuskan sesuatu.

4. Marilah kita bangun bangsa dan hindari pertikaian yang sering terjadi dalam sejarah. Inilah esensi tugas kesejahteraan kita, yang tidak boleh kita lupakan sama sekali.

5. Jika kita muslim terhormat, maka kita akan berpuasa dengan menghormati orang yang tidak berpuasa.

6. Mestinya yang merayakan hari natal bukan hanya umat kristen, melainkan juga umat islam dan umat beragama lain, bahkan seluruh umat manusia. Sebab, Yesus Kristus atau Isa Al-Masih adalah juru selamat seluruh umat manusia, bukan juru selamat umat kristen saja

7. Islam datang bukan untuk mengubah budaya leluhur kita menjadi budaya Arab, bukan aku jadi ana, sampeyan jadi antum, dan sedulur jadi akhi. Kita pertahankan milik kita, kita filtrasi budayanya, tapi bukan ajarannya.

8. Demokrasi harus berlandaskan kedaulatan hukum dan persamaan setiap warga negara tanpa membedakan latar belakang ras, suku, agama dan asal muasal di muka undang-undang.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved