Berita Palembang
Kisah Pasien Sembuh Covid-19 : Jangan Lalaikan Protokol Kesehatan
Izzudin Abdussalam (30) Seorang operator disekolah Swasta jadi satu dari sebagian pasien covid-19 yang berhasil sembuh.Izzi sapaan akrabnya sungguh
Penulis: Mochamad Krisnariansyah | Editor: Moch Krisna
TRIBUNSUMSEL.COM,PALEMBANG -- Izzudin Abdussalam (30) seorang operator disekolah swasta jadi satu dari sebagian orang yang berhasil melawan covid-19.
Izzi sapaan akrabnya sempat bergelut melawan virus corona selama lebih kurang 20 hari.
Dirinya tak pernah menyangka bisa terinfeksi virus corona tersebut.
Kepada Tribunsumsel, Sabtu (29/5/2021) Izzi menceritakan kronologi bagaimana awalnya dia terinfeksi covid-19 hingga akhirnya bisa sembuh.
Semua berawal ketika dirinya hadir dalam acara pemakaman keluarga. Kala itu diingatnya kasus Covid-19 memang tengah tinggi.
Saat diacara pemakaman inilah, ia sempat berpapasan dengan seseorang yang diduga sudah terinfeksi covid-19.
Orang tersebut batuk tepat di hadapannya, ketika itu dirinya mengaku memakai masker tetapi tidak menutupi hidung secara sempurna.
"Sesuai pemakaman tersebut , saya lantas pulang dan esoknya mulai merasakan tubuh kurang enak," ujarnya.
Lebih jauh Izzi mengatakan, tubuhnya mulai merasakan meriang, lemas hingga kehilangan nafsu makan selama tiga hari.
Awalnya dirinya mengira mungkin tubuhnya lelah dan sekedar demam biasa, lalu tetap melanjutkan aktivitas.
"Hari keempat saya mulai kehilangan indra penciuman dan rasa di lidah, disini timbul kecurigaan saya mengarah ke Covid-19, apalagi ia sempat mengalami sesak nafas, " jelasnya
Izzi mengaku langsung coba bertanya kepada teman-temanya terkait kondisi tubuhnya kala itu.
"Teman-teman menghimbau saya untuk melakukan tes Antigen guna memastikan apakah saya Covid-19," tambanya.
"Tak disangka ketika dites di puskemas hasil antigen saya reaktif , lalu diputuskan untuk pengambilan sampel PCR," lanjutnya.
Tak berbeda jauh, ketika hasil PCR keluar yang langsung dikirim ke Whatsapp hp menyatakan bahwa Positif Covid-19
Dikatakan Izzi, perasaan kala itu mendadak cemas dan sempat stress, pasalnya banyak berita menyebut covid-19 amat mematikan.
"Sempat tidak percaya diri yang membuat saya takut hingga fikiran jadi kacau, takut bisa menularkan ke keluarga terdekat saya," tuturnya.
Namun Izzi bersyukur orangtua tak tertular dan memberikan support penuh kepadanya untuk bisa sembuh.
"Saya dan ibu langsung pisah rumah, ibu menginap di rumah keluarga sedangkan saya isolasi mandiri dirumah sendirian," jelasnya
Dalam proses isolasi mandiri, Izzi mengatakan dirinya lebih banyak menghabiskan tidur dan bermain gadget selain minum obat dan mengkonsumsi makanan sehat.
Dirinya berterima kepada pihak puskemas dan para dokter yang kerap memantau perkembangan kesehatan setiap hari.
"Alhamdulilah saat itu pihak puskemas sangat perhatian, tiap hari ditanya kondisi via WA hingga 12 hari isolasi, lalu dites lagi hasilnya negatif," jawabnya.
Setelah dinyatakan sembuh, Izzi mengaku mulai lebih meningkatkan kedisplinannya dalam penerapan protokol kesehatan.
Tidak hanya kepada dirinya, tetapi juga kepada keluarga serta teman disekitarnya dengan terus mengingatkan.
"Jaga kondisi tubuh, konsumsi vitamin , pakai masker saat keluar rumah dan menjaga jarak, tidak lupa selalu cuci tangan,"
"Terpenting juga untuk tidak sering keluar rumah jika tidak ada hal yang mendesak," katanya.
Adapun Izzi prihatin dengan kondisi Covid-19 di Indonesia yang masih terus bertambah jumlah kasusnya.
Bagaiamana masyarakat masih menyepelekkan virus covid-19 dengan tidak menerapkan disiplin protokol kesehatan.
"Patuhi 3M sebisa mungkin, jangan lalai dalam protokol kesehatan karena virus ini semakin hari semakin bermutasi dan akan semakin berbahaya.
Perlu kesadaran semua orang untuk saling menjaga demi menekan penyebaran,
Serta jika anda mengalami gelaja segera melapor ke puskesmas agar bisa di data dan dibantu untuk menangani virus tersebut," bebernya
Terakhir Izzi berharap virus covid-19 bisa cepat selesai dan kota Palembang khususnya bisa kembali ke zona Hijau.
"Semoga virus ini cepat selesai dan Palembang khususnya segera kembali ke zona hijau agar anak-anak dapat masuk dan belajar di sekolah
Saya prihatin dengan perilaku anak-anak yang tidak bersekolah tatap muka selama kurang lbh hampir 2 tahun ini.
Perilaku mereka mulai berubah dan lebih suka menghabiskan waktu bermain game ketimbang belajar." pungkasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/izzudin-abdussalam-berbagi-cerita-pengalaman-sembuh-dari-covid-19.jpg)