Kecelakaan di Jalintim Muba
Berikut Nama-nama Korban Kecelakaan di Tikungan Harmoko Bayung Lencir Muba
Niat ingin menjemput sang nenek pun tak terlaksana, Sang Pencipta rupanya lebih dahulu menjemput anaknya melalui peristiwa tragis tersebut.
TRIBUNSUMSEL.COM, SEKAYU - Raut duka mendalam terlihat jelas di wajah Herman Surya. Kecelakaan Bus PO Sambodo yang ia tumpangi bersama anaknya, membuat ia harus rela kehilangan putrinya yang masih berusia 7 tahun.
Adapun 4 korban yang meninggal dunia dunia di lokasi kejadian. yakni Doya Aprilia (28) warga Batu Sangkar Payakumbuh Sumatera Barat, korban AZH (9) warga Koto Solok Sumatera Barat, NF (7) warga Kota Tanggerang jawa barat, HHS (11) warga Kecamatan Harau Sumatera Barat.
Niat ingin menjemput sang nenek pun tak terlaksana, Sang Pencipta rupanya lebih dahulu menjemput anaknya melalui peristiwa tragis tersebut.
"Pada saat kejadian, saya duduk di kursi tengah dan anak saya sebelah kiri. Namun saking cepatnya kecelakaan itu berlangsung, saya tidak sempat lagi menyambut tangan anak saya," ujarnya.
Padahal, seharusnya pada saat kejadian ia sudah spontan meraih anaknya. Namun saking cepatnya mobil sudah bolak-balik terguncang, Herman pun harus merelakan kehilangan putrinya.
"Pada saat pertama mau berangkat saja penumpang sudah tidak enak hati. Karena mobil yang dipesen apa, malah dioper-oper ke mobil kedua," ujarnya.
Alasannya, mobil pesanan penumpang tersebut sudah penuh. Jadi mereka dioper ke Bus PO Sambodo.
"Ya seharusnya kalau tahu begini, jangan jual tiket yang sama lagi. Jadi kami penumpang tidak dioper sana sini," tegasnya.
Baca juga: BREAKING NEWS: Bus PO SambodoTerbalik, Kecelakaan di Jalintim Bayung Lencir Muba, 4 Penumpang Tewas
Baca juga: Sering Terjadi Kecelakaan, Ini Sejarah Tikungan Harmoko di Bayung Lencir Muba, Nama Tokoh Nasional
Firasat akan kehilangan anaknya pun sudah ia rasakan saat hendak berangkaat. Ketika di terminal sebelum berangkat, Herman dan anaknya berfoto berdua lalu mengirimkan ke istrinya.
"Tak lama kemudian istri saya video call. Terus istri saya tanya, Nisa kenapa wajahnya sendu, enggak ada cerianya. Padahal mau jemput neneknya dari Jakarta," ungkapnya.
Namun siapa sangka, takdir Tuhan mau bagaimana lagi dan selaku manusia biasa hanya bisa menerima ketentuan yang sudah ditetapkan.
"Sedih sekali rasanya, saya masih teringat ketika kejadian berlangsung dan malah tidak menangkap anak saya karena peristiwanya secepat kilat," ujarnya sembari menangis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/herman-surya-menunggu-di-samping-jenazah-anaknya-kamis-2752021.jpg)