Lebih dari 2.000 Roket Hamas Sukses Jebol Iron Dome, Pantas Israel Setuju Gencatan Senjata

Jatuhnya korban dari pihak Israel dikarenakan serangan roket Hamas yang mampu menembus sistem pertahanan udara Israel.

IST via manado.tribunnews.com
Iron Dome Israel 

Apalagi serangan Hamas sebagian besar menghancurkan sasaran sipil, termasuk rumah dan pabrik.

Diklaim 2.061 roket mengenai rumah. Sementara 1.367 lainnya mengenai mobil di Israel selatan dan tengah.

Oleh karenanya Otoritas Pajak Israel akan menangani kompensasi hancurnya barang dan rumah milik warganya.

Selan itu, kesal karena roket Hamas berhasil menembus sampai ke wilaahnya, Israel langsung menyerang Hamas.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan serangan udaranya menghancurkan lebih dari 60 mil terowongan Hamas, bersama dengan baterai roket dan kapal selam bunuh diri.

Sementara itu, Hamas gagal menyebabkan kerusakan besar di Israel karena sistem pertahanan udata Irone Dome menjatuhkan ribuan roket.

Walau begitu, mereka mampu mempertahankan posisi meskipun ada serangan bom malam oleh IDF.

Beruntungnya segala konflik itu berakhir setelah kedua negara menyerukan gencatan senjata.

Kesepakatan gencatan senjata itu datang sebagian besar karena tekanan internasional, terutama dari Amerika Serikat (AS) dan Prancis.

Presiden AS Joe Biden memuji gencatan senjata yang akan datang dalam pertempuran antara Israel dan Hamas.

Presiden Biden juga memuji pemerintah Mesir karena memainkan peran penting dalam menengahi gencatan senjata.

"Saya percaya Palestina dan Israel sama-sama berhak untuk hidup dengan aman dan terjamin dan menikmati kebebasan, kemakmuran dan demokrasi yang setara," kata Presiden Biden.

"Pemerintahan saya akan melanjutkan diplomasi kami yang tenang dan tanpa henti ke arah itu."

Inggris juga menyambut baik gencatan senjata yang diumumkan oleh Israel dan Hamas.

Perdana Menteri Boris Johnson menyampaikan bahwa dia meminta semua pihak untuk mengakhiri siklus kekerasan di wilayah tersebut.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved