Pegawai Pemda Izu-Oshima Jepang Bunuh Diri Usai Ketahuan Korupsi dan Didisiplinkan Kerja

Pegawai Pemda Izu-Oshima Jepang Bunuh Diri Usai Ketahuan Korupsi dan Didisiplinkan Kerja

Editor: Slamet Teguh
Shutterstock
ilustrasi korupsi 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNSUMSEL.COM, TOKYO - Korupsi merupakan hal yang sangat memalukan di Jepang.

Bahkan tak jarang, para koruptor mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri usai ketahuan korupsi.

Seorang pegawai negeri dari pemda Izu-Oshima, Oshima-cho Tokyo bunuh diri karena diperkirakan malu ketahuan melakukan korupsi ratusan ribu yen bahkan mungkin jutaan dan didisiplinkan dua bulan kerja beserta pemotongan gaji, ditemukan baru-baru ini di rumahnya.

"Seorang karyawan pria berusia 50-an di Oshima-cho, Tokyo (Izu-Oshima) didisiplinkan selama dua bulan serta pengurangan gaji karena telah mengambil uang publik sebesar ratusan ribu  yen, baru-baru ini ditemukan meninggal di rumahnya bunuh diri," ungkap sumber Tribunnews.com Jumat (21/5/2021).

Staf meninggal di rumahnya bulan Mei 2021 ini, dan ada kemungkinan besar untuk bunuh diri dengan melihat situasi kondisi di lokasi kejadian.

Baca juga: Segera Cair, Besaran Gaji ke-13 PNS, TNI, dan Polri Dipastikan Berkurang, ada yang Dapat Rp 9,5 Juta

Baca juga: Tak Lagi Gratis, Cek Saldo dan Tarik Tunai di ATM Link Dikenakan Biaya Mulai 1 Juni 2021, Besarannya

Menurut pejabat kota, jumlah total pakaian yang dikenakan sangat luks bisa mencapai sekitar 18 juta yen, dan kota sedang berkonsultasi dengan Departemen Kepolisian Metropolitan Tokyo.

Stafnya adalah wakil konselor atau wakil direktur  dari Divisi Pendidikan dan Kebudayaan, dan bertanggung jawab atas perencanaan acara olahraga.

Kota Oshima telah mendisiplinkan karyawan tersebut pada 16 Maret dan memposting rincian pendisiplinan tersbeut pada papan pengumuman kantor di gedung pemerintahan Oshima selama 10 hari sehingga tampaknya semua karyawan pemda mengetahui hal tersbeut membuatnya dia malu.

Menurut pejabat kota, uang publik yang diambil diperkirakan termasuk anggaran untuk acara yang dibatalkan karena virus corona.

Toshihiro Mitsuji, walikota kota Oshima, mengatakan, "Sangat mengejutkan bahwa staf saya meninggal."

Walikota tidak dapat mengomentari kecurigaan mengenakan pakaian selain yang telah disetujui  mengenai tindakan disipliner yang telah diputuskannya.

Jumlah bunuh diri di Jepang dengan berbagai penyebab per hari di Jepang sekitar 58 orang jauh menurun dibandingkan sekitar 20 tahun lalu sekitar 100 orang per hari.

Sementara itu upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif dengan melalui zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang nantinya. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pegawai Pemda Izu-Oshima Jepang Ratusan Ribu Yen Dikorupsi, Malu, lalu Bunuh Diri

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved