Berita Kriminal Palembang

Pemilik Rumah Tidur Pulas, Rosidi Warga Tangga Takat Curi 2 HP, Apes Aksi Dipergoki Penjaga Malam

Saya sempat mau jual handphone itu di IP tapi orang konter tidak mau karena tidak ada kotaknya.

Penulis: Melisa Wulandari | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/MELISA WULANDARI
Kapolsek SU II AKP Handryanto didampingin Kanit Reskrim Polsek SU II Iptu M Uzir saat menunjukkan barang bukti hasil curian HP yang didapat dari tersangka Rosidi, warga Jalan Tangga Takat. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Rosidi (31), pelaku tindak pidana pencurian dengan pemberatan diringkus oleh Reskrim Polsek Seberang Ulu II setelah mencuri dua buah handphone milik korban Rahmad (42) warga Jalan Tangga Takat Kecamatan Seberang Ulu II Palembang.

Tersangka yang merupakan warga Jalan KH Azhari Kelurahan Tangga Takat Kecamatan Seberang Ulu II ini ditangkap saat berada di Lorong Pratu Musa Kelurahan 14 Ulu Kecamatan Seberang Ulu II Palembang.

Dari tangan Rosidi, petugas mengamankan barang bukti berupa satu buah handphone merek iPhone 7 Plus hitam yang belum laku terjual dan satu buah kotak handphone merek Oppo Reno 4 (handphone sudah laku terjual).

Informasi yang dihimpun sebelumnya, tiga hari sebelum lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah 11 Mei, sekitar pukul 04.10 korban Rahmad bersama istrinya baru pulang dari pasar dan saat tiba di rumah dirinya mendapati handphone miliknya tidak ada di tempat biasa dia meletakkan handphonenya.

Karena tidak melihat handphone di ruang keluarga di rumahnya, Rahmad langsung bertanya kepada anaknya apakah melihat handphone yang dia maksud. Sayangnya, anak Rahmad juga tidak mengetahui keberadaan handphone tersebut.

Atas kejadian ini, Rahmad langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Seberang Ulu II Palembang dan diperkirakan Rahmad mengalami kerugian sebesar Rp12 juta.

Kapolsek SU II AKP Handryanto didampingin Kanit Reskrim Polsek SU II Iptu M Uzir mengatakan pelaku Rosidi ini dalam melancarkan aksinya dengan cara memanjat tembok belakang rumah korban.

"Tembok belakang rumah korban ini tidak terlalu tinggi setelah itu tersangka naik ke lantai dua rumah korban kemudian turun ke lantai bawah melihat korban bersama istri dan anaknya sedang tidur di ruang keluarga," jelas Handry saat menggelar rilis, Rabu (19/5/2021).

"Pada saat itu pula, tersangka ini melihat dua buah handphone milk korban terkapar di lantai. Lalu dia ambil kedua handphone tersebut dan langsung turun kembali dari tembok belakang rumah korban untuk melarikan diri," katanya.

Namun apesnya, pada saat berniat melarikan diri turun dari tembok belakang rumah korban, Rosidi dipergoki penjaga malam dan akhirnya langsung diamankan.

Sementara itu, Rosidi mengaku hasıl dari mencuri dua buat handphone tersebut untuk dibayarkan hutang kecelakaan dan sisanya untuk biaya sehari hari.

"Saya sempat mau jual handphone itu di IP tapi orang konter tidak mau karena tidak ada kotaknya, terus pas saya mau jalan pulang ada orang yang mendekat ke saya menanyakan lagi soal handphone yang mau saya jual akhirnya dia yang beli dengan targa Rp 800 ribu," beber Rosidi.

Atas ulahnya ini, Rosidi melanggar pasar 363 ayat 2 KUHPidana diancam hukuman sembilan tahun penjara.

Baca juga: Penerimaan CPNS 2021, Banyuasin Dapat 2.753 Kuota CPNS dan PPPK, Pendaftaran Mulai 31 Mei

Ikuti Kami di Google Klik

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved