Breaking News:

Ditengah Panasnya Konflik, Indonesia Disebut Bisa Jadi Kekuatan Baru Dorong Kemerdekaan Palestina

Ditengah Panasnya Konflik, Indonesia Disebut Bisa Jadi Kekuatan Baru Dorong Kemerdekaan Palestina.

IST
Api membumbung tinggi membakar pemukiman warga Palestina di Gaza oleh serangan udara tentara Israel, Selasa (11/5/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM - Konflik yang terjadi di Jalur Gaza saat ini tengah memanas.

Ratusan orang meninggal, dan ribuan lainnya terluka atas serangan Israel.

Atas kejadian tersebut.

Indonesia saat ini disebut bisa mengambil peran lebih sebagai kekuatan baru untuk mendorong kemerdekaan Palestina sebagai negara merdeka, di tengah melemahnya kekuatan kawasan timur tengah.

Yakni dengan mendorong proses konsolidasi dan rekonsilasi dua kekuatan politik utama di Palestina, yakni Fatah dengan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO)-nya di  Tepi  Barat dan Hamas di Gaza.

Hal itu disampaikan  mantan Ketua Komisi I DPR RI Mahfuz Sidik dalam diskusi 'Akankah Palestina Segera Merdeka' yang diselenggarakan Al Quds Volunteer Indonesia, seperti dikutip Tribunnews.com dari keterangan tertulisnya, Selasa (18/5/2021).

"Kalau kita ingin mempercepat kemerdekaan Palestina, maka kita harus mendorong rekonsilasi dan konsolidasi kekuatan politik di Palestina untuk bersatu. Nah Indonesia mampu mengambil posisi itu," kata Mahfuz dalam diskusi 'Akankah Palestina Segera Merdeka' yang diselenggarakan Al Quds Volunteer Indonesia, Senin (17/5/2021) malam.

Menurut dia, kekuatan kawasan yang selama ini didominasi Liga Arab, kemudian juga Iran dan Turki sedang melemah, sehingga perhatian dan dukungan terhadap Palestina berkurang, termasuk soal pendanaan.

Beberapa negara-negara yang tergabung di Liga Arab banyak terlibat konflik politik dan perang di kawasan. Sedangkan Iran masih dianggap musuh oleh sebagian negara arab karena paham Syiahnya, sementara Turki menghadapi tekanan politik dan ekonomi di dalam negerinya.

"Jadi Indonesia bisa mengambil peran lebih besar, basis politik kita jelas ada di konstitusi. Dari Presiden Soekarno hingga pemerintahan Jokowi (Joko Widodo), sikapnya jelas. Dukungan masyarakat juga sangat luas. Saat kekuatan di kawasan timur tengah melemah, peran Indonesia bisa semakin penting," jelas Sekretaris Jenderal Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia ini.

Baca juga: Kesal Dituduh Selingkuhi Istri Teman, Rapi Pria Muda Warga Pemulutan Ogan Ilir Tusuk Temannya

Baca juga: Para Tahanan Berteriak, Saat ada Tahanan yang Meninggal di Dalam Sel, Diduga Karena Positif Covid-19

Halaman
12
Editor: Slamet Teguh
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved