Breaking News:

Berita Palembang

Pemkot Palembang Miliki Skala Prioritas CPNS dan PPPK 2021, Paling Dicari Guru SD dan SMP

Kuota penerimaa CPNS dan PPPK Tahun 2021 Pemkot Palembang masih dinanti. Tapi sudah ada prioritas penerimaan tahun 2021.

Editor: Yohanes Tri Nugroho
tribunsumsel.com/khoiril
Ilustrasi CPNS 2021.Pemkot Palembang Skala Prioritas CPNS dan PPPK 2021. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -- Meskipun belum mendapatkan besaran kuota penerimaa CPNS dan PPPK Tahun 2021, namun Pemkot Palembang mengaku telah memiliki skala prioritas untuk mengakomodir Sumber Daya Manusia (SDM) yang dibutuhkan. 

Sekda Kota Palembang, Ratu Dewa mengatakan tahun ini skala prioritas ada pada formasi guru SD dan SMP yang memang saat ini jumlahnya masih sangat kekurangan.

Karenanya, pada penerimaan tahun ini BPKSDM pun akan mulai mempersiapkan perhitungan jumlah kebutuhan guru yang harus direkrut. 

"Tahun ini skala prioritas kami adalah guru, Palembang butuh 3.000 lebih. Sebab masih banyak sekolah yang kekurangan pengajar sehingga terpaksa memberdayakan tenaga honor dan guru yang pensiun untuk diberdayakan kembali membantu mengajar siswa," ungkapnya, Senin (17/5/2021). 

Baca juga: Data Terkini Covid-19 di Kota Palembang, Jumlah Pasien Terkonfirmasi Positif Masih Bertambah

Namun, pada tahun ini rekrutmen penerimaan Guru diarahkan dengan sistem penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2021.

"Untuk CPNS sementara masih kita usulkan," katanya

Sedangkan, untuk penerimaan CPNS formasi yang akan diusulkan lebih spesifik lagi dengan menyesuaikan bidang dan kompetensi yang dimiliki dari si pelamar. 

"Tiap tahun kurva pelamar umum itu meningkat tapi kita tahun ini lebih spesifik ke SDM yang punyai kompetensi khusus," ujarnya.

Dewa belum mengetahui pasti kapan jadwal pelaksanaan tes CPNS dan PPPK di lingkungan Pemkot Palembang. Ia masih menunggu juknis dari Kemenpan-RB atas seleksi CPNS dan PPPK tahun 2021.

Baca juga: Hari Pertama Masuk Kerja, Wawako Palembang Dapati ASN Bolos

Sementara itu, Kadiknas Kota Palembang, Ahmad Zulinto mengatakan, setiap bulan pasti ada saja guru yang masuk dalam masa pensiun.

Dalam setahun bisa mencapai 300 orang. 

"Nah sementara yang pensiun ini belum ada gantinya. Seperti yang pensiun kepala sekolah tapi untuk yang mengisi formasi itu harus punya syarat-syarat yang harus dipenuhi dan itu belum dimiliki dari calon kandidat guru yang hendak diusulkan. Makanya, sering terjadi kekosongan formasi," katanya. 

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved