Breaking News:

Berita Palembang

Hari Terakhir Cuti Lebaran 1442 H, Arena Permainan di PS Mal Dibatasi

Hari terakhir cuti bersama lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah, masyarakat kota palembang mengunjungi mal, satu diantaranya PS Mall Palembang.

TRIBUNSUMSEL.COM/MELISA
Pengunjung saat menunggu giliran masuk ke arena permainan di PS Mal, Minggu (16/5/2021). 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Melisa Wulandari

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Hari terakhir cuti bersama lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah masih tak menghalangi masyarakat untuk pergi mengunjungi mal.

Namun, bila dibandingkan dengan hari hari sebelumnya suasana mal seperti di PS Mal Palembang terlihat tidak terlalu ramai atau berdesak desakan.

Di atrium yang biasanya banyak orang yang membuka lapak jualan bazar, hari ini Minggu (16/5/2021) terlihat sepi tidak ada bazar. 

Momen ini pun dimanfaatkan pengunjung untuk mengambil swafoto dengan keluarganya.

Baca juga: Update Zona Covid-19 di Sumsel, Palembang Zona Merah, 13 Zona Orange dan Tiga Zona Kuning

Naik hingga ke lantai 3, terlihat arena bermain Amazonia terlihat pengunjung sedang antri menunggu giliran masuk ke dalam karena rolling door tempat bermain ditutup oleh pegawai.

“Giliran ya bu, arena bermainnya kami batasi hanya boleh 30 orang saja dan yang masuk bergantian,” kata salah pegawai memberi info kepada pengunjung agar tidak salah paham.

Begitu pula di arena bermain Amazone yang masih satu grup dengan Amzonia, arena bermain yang lebih luas dari Amazonia ini pun terlihat rolling doornya ditutup.

Terdapat seorang penjaga yang bertugas mencatat pengunjung yang masuk dan keluar, di rolling door pun ditempel pengumuman.

Pengumuman tersebut tertulis “untuk mematuhi protokol kesehatan kami akan membatas area permainan agar tidak terjadi kerumunan”.

Baca juga: Identitas Mayat Pria di Atap Gedung Jalan Angkatan 45 Palembang, Dikenali dari Tato

Leader Amazonia PS Mal Palembang, Hitto mengatakan tindakan pembatasan ini mereka lakukan agar tidak terjadi kerumunan.

“Iya pengunjung kami batasi agar tidak ada kerumunan yang besar, sekali masuk hanya boleh 30 orang saja, bergantian juga masuk dan yang keluar. Wajib mematuhi 3 M saat bermain,” kata Hitto.

Diakui Hitto, pandemi Covid 19 membuat bisnis omzet permainan seperti ini turun drastis bahkan turun hingga 90 persen.

“Bukan 50 persen lagi mba tapi 90 persen omzetnya turun, kalau 2 tahun lalu (sebelum pandemi) saat lebaran pengunjung full sampai berdesakan namun karena pandemi Covid 19 semua bidang mengalami kesulitan termasuk bisnis game center seperti ini,” ujarnya

Penulis: Melisa Wulandari
Editor: Yohanes Tri Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved