Breaking News:

Berita Muratara

Tak Ada Pawai Keliling pada Malam Lebaran di Muratara, Remaja Nongkrong Diminta Bubar

Tim gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP dan Dinas Perhubungan di Muratara melaksanakan patroli di malam lebaran, Rabu (12/5/2021)

TRIBUNSUMSEL.COM/RAHMAT
Tim gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP dan Dinas Perhubungan di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) melaksanakan patroli di malam lebaran, Rabu (12/5/2021). 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Rahmat Aizullah 

TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA - Tim gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP dan Dinas Perhubungan di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) melaksanakan patroli di malam lebaran, Rabu (12/5/2021).

Patroli dipimpin langsung Bupati Muratara Devi Suhartoni didampingi Kapolres AKBP Eko Sumaryanto, Ketua DPRD Efriyansyah, dan perwakilan dari Dandim 0406 MLM. 

Sebelum melaksanakan patroli, para personel gabungan itu terlebih dahulu apel pasukan di lapangan kantor Bupati Muratara. 

Baca juga: Ambil Wudhu Hendak Salat Subuh, Usir Kakek 75 Tahun Warga Muratara Tenggelam di Sungai Rawas

Usai melaksanakan patroli, tim gabungan ini langsung mengecek pos penyekatan larangan mudik di perbatasan antara Provinsi Sumsel dan Jambi. 

Kapolres Muratara AKBP Eko Sumaryanto menyampaikan patroli gabungan ini dalam rangka memantau aktivitas masyarakat pada malam lebaran.

"Jangan sampai masyarakat membuat kerumunan, biasanya malam lebaran ini ada pawai keliling, itu tidak boleh karena sudah ada surat edaran yang melarangnya," kata Eko. 

Dia mengatakan larangan pawai keliling tersebut dalam upaya mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19 yang tengah mewabah saat ini.

"Pawai keliling itu bisa menimbulkan kerumunan, karena sekarang pandemi Covid-19 belum selesai, sehingga protokol kesehatan wajib dipatuhi," katanya. 

Bupati Muratara Devi Suhartoni menyampaikan, pemerintah daerah terus menekan penyebaran Covid-19 agar tidak semakin meningkat setiap harinya.

Baca juga: Dekat Lebaran, Pemuda di Muratara Kena Tujah, Diduga Bermula Senggolan Motor

Caranya dengan terus mengkampanyekan tentang protokol kesehatan bersama unsur terkait, seperti Polri, TNI maupun instansi Pemkab Muratara sendiri.

"Masyarakat terus kita komunikasikan untuk tetap menjaga protokol kesehatan, dengan memakai masker, menjaga jarak, tidak berkerumun, dan rajin mencuci tangan pakai sabun," katanya.

Devi menambahkan, Kabupaten Muratara saat ini berada pada zona kuning penyebaran Covid-19 sehingga dibolehkan melaksanakan salat Idul Fitri di masjid atau lapangan.

"Namun tetap dengan protokol kesehatan yang ketat, begitu juga jumlah jamaahnya besok dibatasi, yaitu hanya 50 persen dari kapasitas masjid," kata Devi

Penulis: Rahmat Aizullah
Editor: Yohanes Tri Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved