Breaking News:

Ramadhan 2021

Ini Cara Menghitung dan Membayar Fidyah Pengganti Puasa Ramadhan, Boleh Juga Diwakilkan

Namun apabila masih mampu mengganti puasanya tapi lebih memilih membayar fidyah, Haris mengingatkan jangan sampai melakukan hal ini.

Penulis: Melisa Wulandari | Editor: Wawan Perdana
Tribun Sumsel/ Melisa Wulandari
Pembina pesantren Ki Marogan Palembang, Drs H Abdul Haris Husin 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Seorang muslim yang wajib membayar utang puasanya (apabila memiliki utang puasa) di bulan Ramadan atau juga dikenal dengan membayar fidyah.

Pembina pesantren Ki Marogan Palembang, Drs H Abdul Haris Husin yang akrab disapa Habib Haris mengatakan, fidyah adalah mengganti puasa Ramadhan yang ditinggalkan.

“Meninggalkan puasa ini disebabkan karena orang yang sedang hamil atau orangtua yang tidak mampu lagi untuk berpuasa maka harus membayar fidyah,” jelas Haris, Minggu (9/5/2021).

Fidyah yang wajib dibayarkan menurut Haris adalah memberi makanan pokok seperti beras sebanyak satu muds kepada orang yang membutuhkan.

“Satu muds beras ini sama dengan 6 ons kalau diuangkan sekitar Rp7 ribu. Bisa juga dengan ditambah lauk pauk diperkirakan Rp20 ribuan,” katanya.

Mengganti fidyah ini ditentukan sebanyak dia berutang puasa selama Ramadan.

Baca juga: 20 Pantun Ucapan Selamat Tinggal Bulan Ramadhan, Sedih dan Penuh Makna

“Misal seperti ibu hamil kan tidak puasa Ramadan atau orang yang sudah udzhur maka membayar fidyahnya selama 30 hari memberikan fakir miskin makan. Ibu hami juga sebaiknya mengganti puasa dan membayar fidyah,” jelasnya.

Haris mengatakan apabila masih bisa mengqodho puasanya maka lebih baik mengqhodo.

“Ini untuk yang masih biasa puasa lebih baik mengqhodo puasanya daripada bayar fidyah, kan masih mampu puasa kecuali untuk orang tua yang sudah udzhur,” jelasnya.

Namun apabila masih mampu mengganti puasanya tapi lebih memilih membayar fidyah, Haris mengingatkan jangan sampai melakukan hal ini.

“Jangan sampai seperti itu karena masih sehat, masih mampu mengganti puasanya. Kalau lebih memilih fidyah itu sama saja kita meninggalkan puasa dengan sengaja. Allah berikan kesempatan untuk bayar kok gak mau bayar dan ini termasuk berdosa,” katanya.

Membayar fidyah ini juga boleh diwakilkan kata Haris, misal seorang anak membayarkan fidyah orangtuanya yang sudah udzhur.

“Membayar fidyah boleh diwakilkan misal seorang anak membayarkan fidyah untuk orangtuanya yang sudah udzhur dengan mengatas namakan orangtuanya. Niatkan dalam hati untuk membayar fidyah,” katanya.

Diakhir pembicaraan, Habib Haris mengatakan di bulan Ramadan ini merupakan peluang untuk umat Islam untuk beramal.

“Karena amal puasa dibulan Ramadan ini begitu besar jangan sampai kita menyianyiakannya walaupun dalam keadaan udzhur bila mampu untuk mengqhodonya maka gantilah karena ini merupakan peluang supaya kita beramal dan mendapatkan pahala yang besar. Karena itu hendaknya kita memanfaatkan waktu yang Allah berikan untuk kita,” katanya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved