Berita Palembang
Wawako Palembang Fitrianti Musnahkan Puluhan Kilogram Manisan Buah Berformalin
Hasil sidak kita di beberapa titik baik di pasar tradisional maupun di ritel modern. Semua makanan ini terbukti mengandung formalin setelah diuji BPOM
Penulis: Sri Hidayatun | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda memusnahkan secara langsung berbagai macam temuan makanan yang mengandung formalin hasil inspeksi mendadak (sidak) selama bulan suci Ramadan ini.
Berbagai jenis manisan buah seperti manisan salak, manisan mangga, kolang-kaling, kismis, sedap malam, rebung batang dimusnahkan karena terbukti mengandung formalin.
"Ini hasil sidak kita di beberapa titik baik di pasar tradisional maupun di ritel modern. Semua makanan ini terbukti mengandung formalin setelah di uji sampel oleh BPOM sebanyak dua kali," jelas dia, Kamis (6/5/2021) di halaman kantor walikota Palembang.
Adanya penemuan dan pemusnahan ini, kata dia masyarakat bersyukur tak akan mendapatkan lagi makanan yang mengandung formalin di pasaran.
"Kita juga mengapresiasi dengan BPOM dan kita akan tindak tegas kalau terbukti masih ada yang menjual kembali ini," jelas dia.
Untuk ikan giling 8,3 ton yang ditemukan masih akan dilakukan ujicoba lagi oleh Balai Karantina Palembang apakah terbukti formalin atau tidak.
Baca juga: Viral Nenek Nyaris Dibunuh Cucunya, Tak Beri Uang Untuk Main Judi, Pelaku Residivis 2 Kali Dipenjara
Baca juga: Perdana di Sumatera, Operasi Tulang Teknik Bedah Beku, Dilakukan di RS Siloam Sriwijaya Palembang
Kepala BPOM Palembang, Martin Suhendri mengatakan pemusanahan makanan ini dilakukan dengan cara siram pakai deterjen lalu dibuang langsung ke TPA Sukawinatan dengan pengawalan ketat.
"Yang kita musnahkan hari ini yakni kismis, 42,018 kg kolang kaling 4,544 kg, Kim cham (sedap malam) 0,57 kg, Rebung Batang 8,730 kg," ujar dia.
Lalu ada manisan salak pedas 14,65 kg, manisan mangga pedas 10,86 kg, manisan salak biasa 446 kg dan manisan kolang kaling 5 kg.
"Total semua dengan nilai ekonomis yakni sebesar Rp 22 juta," jelas dia.
Karena itu, ia mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dan berbelanjalah dengan cerdas dan cermat.
"Perhatikan jika makanan itu tidak dihinggapi lalat, tidak basi dalam beberapa hari. Itu salah satu ciri makanan berformalin," beber dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/pemusnahan-manisan-berformalin-di-palembang.jpg)