Breaking News:

Larangan Mudik

Larangan Mudik, Serang Speedboat Tetap Layani Rute ke Jalur, Antar Warga Belanja dan Berobat

Kalau yang mudik tidak ada, tadi saya cuma antar penumpang yang mau berbelanja dan ke rumah sakit untuk berobat.

Editor: Vanda Rosetiati
SRIPO/RAHMALIYA
Tampak speedboat yang hanya bersandar di Pelabuhan Sungai 16 Ilir tanpa ada satupun penumpang, Kamis (6/5/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Penerapan larangan mudik berlaku mulai hari ini, Kamis (6/5/2021). Petugas gabungan melaksanakan penyekatan di sejumlah lokasi perbatasan. Termasuk, untuk di wilayah perairan.

Seperti yang terpantau di Dermaga Pasar 16 Ilir Jembatan Ampera. Di sana terpasang police line berwana kuning sebagai tanda bahwa kawasan dermaga ditutup. Di lokasi yang sama pun terpasang spanduk pemberitahuan yang berisikan bahwa mulai 6 Mei-17 Mei 2021 seluruh aktifitas di pelabuhan sungai 16 ditutup.

Namun, berdasarkan pantauan masih cukup banyak getek dan speedboat yang bersandar di pelabuhan dan melakukan kegiatan bongkar muat. Ada pula yang masih curi-curi kesempatan untuk mengantarkan penumpang meski sudah ada police line.

Hanya saja, Joni salah seorang Serang Getek jurusan Jalur 8, Banyuasin mengungkapkan, hari ini dirinya tidak mengangkut sama sekali penumpang untuk mudik lebaran.

"Kalau yang mudik tidak ada, tadi saya cuma antar penumpang yang mau berbelanja dan ke rumah sakit untuk berobat," ujarnya.

Diungkapkan Joni, sejak pemberlakuan larangan mudik Speedboat miliknya sepi penumpang. Padahal, saat normal dalam satu kapal bisa terisi sampai 25 orang. Dengan tarif angkutan Rp 50 ribu untuk satu orang penumpang.

"Kalau dibatasi seperti ini kami mau makan apa, penghasilan dari jadi serang kapal ini saja. Mau bayar zakat fitrah nanti bagaimana, dapur ga ngepul ga lebaran," katanya.

Sementara itu, keluhan juga diutarakan Yusni salah seorang pedagang jagung rebus. Ia kaget ketika pagi hari datang kondis dermaga sepi. "Baru tahu kalau ada larangan mudik kemarin saya sakit baru hari ini jualan lagi sudah sepi. Dagangan tak laku," ujarnya

Ia berharap hal ini tak dilanjutkan, sebab pemasukan untuk makan sehari-hari tidak ada sementara bantuan dari pemerintah tak pernah ia terima

"Kalaupun dibatasi tolong lah kasih kami bantuan. Ini bantuan UMKM saja saya tak pernah tembus padahal sudah mengajukan ke kelurahan," ujarnya. 

Baca juga: Puluhan Kendaraan Pemudik Diminta Putar Balik, Berkilah Tak Tahu Ada Larangan Mudik

Baca juga: Pos Penyekatan Ketat Pagi Hari, Longgar Siang Hari, Kendaraan Pelat Luar Bebas Masuk Palembang

Ikuti Kami di Google Klik

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved