Breaking News:

Pengangguran Sekarang Jutaan Orang, Mendagri Minta PNS Bersyukur Masih Dapat THR

Tito meminta pengertian para PNS bahwa di situasi seperti ini pemerintah masih dapat memberikan THR meski jumlahnya tidak sebesar tahun-tahun sebelumn

SRIPOKU/RAHMALIAH
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian saat kunjungan kerja ke Palembang, Minggu (2/5/2021) 

TRIBUNSUMSEL.COM, JAKARTA-Sejumlah pegawai negeri sipil (PNS) mengeluhkan pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) yang tidak sama besar seperti tahun-tahun sebelumnya.

Bahkan ada sejumlah PNS mengungkapkan kekecewaan dengan membuat petisi berjudul "THR & Gaji-13 ASN 2021 Lebih Kecil dari UMR Jakarta: Kembalikan Full Seperti Tahun 2019" diinisasi oleh seseorang bernama Romansyah H.

Atas keluhan ini, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, turut memberikan tanggapan.

Seperti diketahui, komponen THR PNS 2021 hanya berupa gaji pokok (gapok) dan tunjangan melekat, tanpa menyertakan tunjangan kinerja (tukin).

Mantan Kapolri tersebut mengatakan PNS seharusnya bersyukur masih mendapatkan THR di tengah situasi sulit seperti pandemi Covid-19 ini.

"Makanya kita berterima kasih kepada Ibu Menteri Keuangan dan Bapak Presiden, kita masih diberi THR di tengah situasi yang sulit seperti ini. Kita harus bersyukur betul," kata Tito dalam acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional Tahun 2021, Selasa (4/5/2021).

Tito meminta pengertian para PNS bahwa di situasi seperti ini pemerintah masih dapat memberikan THR meski jumlahnya tidak sebesar tahun-tahun sebelumnya.

Baca juga: Heboh PNS Buat Petisi THR Kecil, Menpan RB Minta PNS Lihat Nasib Pekerja Swasta

"Untuk pegawai negeri, tolong teman-teman dari kepala daerah sampaikan kepada rekan-rekan di daerah. Ini dalam situasi kontraksi keuangan yang berat seperti ini, pemerintah masih memberikan THR di luar tukin," jelasnya.

Lebih lanjut ia mengingatkan masih banyak pekerja-pekerja di sektor lain yang harus berjuang keras untuk mendapatkan THR.

"Tapi tolong bayangkan teman-teman swasta mereka diberikan kebijakan harus memberikan THR kepada karyawan, pendapatan sudah berkurang, dan harus memberikan THR," ujarnya.

"Kalau kita melihat pihak yang lain, masyarakat tidak bekerja, yang nganggur, jumlahnya sekarang jutaan juga. Mereka tidak mendapatkan apa-apa. Siapa yang mau ngasih THR," imbuh Tito.

Tito kembali meminta kepala daerah memberikan pengertian kepada PNS di bawahnya untuk mensyukuri apa yang ada.

"Jadi tolonglah teman-teman kepala daerah berikan pengertian kepada ASN di daerah-daerah syukurilah apa yang sudah ada. Sudah ada honor, ini belanja pegawai banyak sekali porsinya dalam struktur APBD. Ini harus diperbaiki. Sudah dikasih lagi THR, bersyukur," tutupnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.TV

Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved