Breaking News:

PLN UIW S2JB Tingkatkan Rasio Elektrifikasi 98,89 Persen

Rasio elektrifikasi di Provinsi Sumatera Selatan sebesar 98,75% mengalami kenaikan dari bulan Februari yang sebelumnya tercatat sebesar 98,89 persen.

ISTIMEWA
Semangat melistriki senantiasa diupayakan PLN UIW S2JB, salah satunya melalui peningkatan rasio elektrifikasi. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Semangat melistriki senantiasa diupayakan PLN UIW S2JB, salah satunya melalui peningkatan rasio elektrifikasi.

Setelah sebelumnya berhasil meningkatkan rasio elektrifikasi di Provinsi Jambi dari 96,73% menjadi 99,55%, kini giliran Provinsi Sumatera Selatan yang secara bertahap mengalami peningkatan rasio elektrifikasi.

Pada bulan April 2021, tercatat rasio elektrifikasi di Provinsi Sumatera Selatan sebesar 98,75% mengalami kenaikan dari bulan Februari yang sebelumnya tercatat sebesar 98,68%.

PLN UIW S2JB telah berupaya meningkatkan Rasio Desa Berlistrik (RDB) pada 17 Kabupaten/Kota di Sumatera Selatan dan berhasil mencapai 98,89% Desa Berlistrik dari total 3.239 desa di Sumatera Selatan.

Peningkatan rasio elektrifikasi dan rasio desa berlistrik ini didukung oleh keberhasilan pembangunan listrik desa (lisdes) pada 5 desa, yaitu Desa Bumi Pratama Mandiri (di Kecamatan Sungai Menang, Kabupaten OKI), Desa Sinar Baru (di Kecamatan Buay Pemaca, Kabupaten OKU Selatan), Desa Sinar Napalan (di Kecamatan Buay Pemaca, Kabupaten OKU Selatan), Desa Tanag Pilih (di Kecamatan Banyuasin II, kabupaten Banyuasin) , dan Desa Juru Taro (di Kecamatan Muara Sugihan, Kabupaten Banyuasin).

Untuk melistriki desa tersebut, PLN telah membangun Jaringan Tegangan Menengah sepanjang 44,673 kms, Jaringan Tegangan Rendah sepanjang 22,611 kms, dan 750 gardu distribusi dengan total investasi senilai Rp. 18.61 Milyar. Adapun jumlah kepala keluarga yang terlistriki sebanyak 3.187 KK.

Bambang Dwiyanto, selaku GM PLN UIW S2JB mengapresiasi kerja keras petugas PLN yg telah berupaya merealisasikan pembangunan lisdes pada 5 desa tersebut, terlebih lagi jaringan listrik desa ini beroperasi di Bulan Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H, sehingga listrik menjadi kebutuhan vital bagi masyarakat untuk beribadah dan melaksanakan aktivitas sehari-hari.

"Pembangunan dan pengoperasian jaringan listrik desa yang bertepatan dengan bulan Ramadhan ini semoga menjadi kado yang terindah dan membawa keberkahan bagi masyarakat desa yang terlistriki," ujar Bambang.

Ikuti Kami di Google Klik 

Editor: Vanda Rosetiati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved