Breaking News:

Berita Kriminal Muba

Kronologi Anak Bacok Ayah di Muba, Pecahkan Piring, Marah Tidak Ada Lauk Makan

“Kenapa kau mecahkan piring?, kalau mau makan kerja,” kata M Soleh (64 tahun), ketika beribicara kepada sang anak saat itu.

Editor: Wawan Perdana
SRIPO/FAJERI
Tersangka Rosadi, pembacok ayah kandung ketika diamankan di Mapolsek Sungai Lilin Musi Banyuasin, Senin (3/5/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUBA-Rosadi (25 tahun), warga Kecamatan Sungai Lilin, Muba, Sumatera Selatan (Sumsel), sungguh tega membacok ayah kandungnya sendiri, Minggu (2/5/21).

Ayahnya bernama M Soleh (64 tahun), mengalami luka-luka akibat bacokan oleh anaknya itu.

Pembacokan itu terjadi Minggu (2/5/21) sekitar pukul 08.30 WIB.

Pagi itu Rosadi hendak makan.

Saat itu ia mendapati dalam tutup saji tak ada satu pun lauk pauk.

Baca juga: Sakit Hati Ditinggal Nikah, Tika Kirim Sate Beracun, Salah Sasaran Dimakan Anak Ojek Online

Ia seketika langsung marah, membantingkan tutup saji dan piring.

“Kenapa kau mecahkan piring?, kalau mau makan kerja,” kata M Soleh (64 tahun), ketika beribicara kepada sang anak saat itu.

Kesal dengan perkataan orangtuanya tersebut, Rosadi langsung ke dapur.

Baca juga: Pria Muda di Sekayu Bacok Ayah Kandung, Kesal Tak Ada Lauk Sarapan Pagi

Ia mengambil golok dan langsung mengayunkan ke arah ayahnya.

Bacokan itu mengenai telinga kiri dan lengan kanan kiri ayahnya.

“Pasca kejadian langsung kita amankan dari rumahnya. Pelaku sadar telah membacok ayahnya, perbuatan tersebut dilakukan lantara kesal,” kata Kapolres Muba AKBP Erlin Tangjaya SIK melalui Kapolsek Sungai Lilin AKP Zanzibar SH, Senin (3/5/21).

Lanjut dia, tersangka untuk sementara masih kita dalami penyidikannya.

Diketahui tersangka dan orang tuanya tinggal se rumah di Kecamatan Sungai Lilin Kab. Muba.

“Tersangka saat di Mapolsek Sungai Lilin mengakui dan sadar telah melakukan perbuatannya terhadap ayahnya,”jelasnya.

Sementara itu, Rosadi mengakui semua perbuatan yang dilakukannya tersebut.

Dirinya melakukan pembacokan sebanyak dua kali ke arah kepala namun ditangkis oleh orang tuanya.

“Saya menyesal pak, itu semua lantaran perkataannya. Saya menyesel pak,”ujarnya. (SP/ Fajeri)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved