Breaking News:

Berita Prabumulih

Perubahan Perpres, Lelang Proyek Prabumulih Terkesan Lamban

Pelaksanaan lelang proyek di Pemerintah kota Prabumulih sedikit terjadi keterlambatan lantaran perubahan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Lelang

TRIBUNSUMSEL.COM/EDISON
Kantor Pemerintah kota Prabumulih. Pelaksanaan lelang proyek di Pemerintah kota Prabumulih sedikit terjadi keterlambatan lantaran perubahan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Lelang 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Jika pada tahun-tahun sebelumnya pelaksanaan lelang proyek di Pemerintah kota Prabumulih dilakukan cepat, tahun ini sedikit terjadi keterlambatan lantaran adanya perubahan Peraturan Presiden (Perpres) tentang proses lelang.

Hal itu dibenarkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Prabumulih, H Beni Akbari ST MM melalui Kabid Penataan Ruang, Versi Anggi Akbar ST.

Menurut Versi Anggi, jika pada beberapa tahun lalu pihaknya sejak awal Januari telah melakukan lelang namun di tahun ini baru pada Maret melakukan lelang lantaran Perpres tentang proses lelang.

"Keinginan kita dari awal Januari namun karena adanya aturan baru makanya lelang menjadi tertunda namun saat ini sudah jalan semua lelangnya," kata pria akrab disapa Anggi itu ketika diwawancarai akhir pekan kemarin.

Baca juga: Sebanyak 263 Narapidana Rutan Prabumulih Diusulkan Dapat Remisi Lebaran

Anggi menuturkan, berdasarkan perpres terbaru terdapat perbuhan aturan salah satunya tentang Panitia Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP) yang ditiadakan alias dihapuskan. "PPHP itu dihapuskan, mungkin untuk mempermudah karena kan tugasnya cuma untuk mengecek administrasi saja," tuturnya.

Selain itu, berdasarkan perpres terbaru itu menyatakan untuk penggunaan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) boleh ditambah dan boleh ditiadakan. "Kalau selama ini PA (Pengguna Anggaran-red) bisa menunjuk PPK langsung nah di aturan baru bisa menunjuk KPA dan bisa juga tidak," katanya.

Disinggung mengenai lelang proyek sudah berapa banyak dilakukan, Anggi mengaku hingga akhir April lalu sebanyak 58 paket pekerjaan pembangunan infrastruktur yang telah selesai dilelang.

"Belum dilelang itu ada 19 paket lagi dari 77 paket, jadi 58 paket yang sudah dilelang," bebernya seraya menuturkan kemungkinan pemenang tender menunggu usai lebaran langsung bergerak melakukan pembangunan.

Baca juga: Ruang VVIP Perawatan Covid-19 di RSUD Prabumulih Penuh Pasien

Pengerjaan proyek dimulai usai lebaran kata Anggi, lantaran paket pekerjaan pembangunan infrastruktur yang telah selesai dilelang tersebut masih dalam tahap penandatanganan kontrak.

"Dari minggu kemarin sudah mulai gening, itu ada waktu seminggu. Nah, gening itu dasar mereka untuk bikin jaminan pelaksanaan, jaminan pelaksanaan itu dasar kami untuk bikin kontraknya," bebernya

Penulis: Edison
Editor: Yohanes Tri Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved