Arti Kata
Istidraj Adalah Apa? Berasal dari Kosa Kata Bahasa Arab, Ini Arti dan Ciri-Cirinya Perlu Dipahami
Pemahaman tentang pengetahuan agama Islam sangat penting, Satu pengetahuan yang penting untuk dipahami oleh setiap umat muslim adalah istidraj.
Penulis: Novaldi Hibaturrahman | Editor: Wawan Perdana
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG- Pemahaman tentang pengetahuan agama Islam sangat penting bagi umat muslim.
Satu pengetahuan yang sangat penting untuk diketahui dan dipahami setiap umat muslim adalah tentang Istidraj.
Baca juga: Arti Kata Tadarus Beserta Keutamaan Bagi yang Melaksanakannya, Berasal Dari Bahasa Arab
Baca juga: Arti Kata Iftar, Populer Menjelang di Bulan Ramadhan yang Sering Didengar
Umat muslim tentu, tidak asing dengan sitilah Istidraj.
Namun apa sebenarnya Istidraj itu? Berikut ini penjelasannya secara bahasa dan agama.
Pengertian Istidraj
Ditijau secara etimologi, Istidraj merupakan kosa kata yang berasal dari bahasa Arab.
Istilah ini berasal dari akar kata daraja ( دَرَجَ) yang artinya berjalan perlahan-lahan, yang berkembang menjadi istiraja (اِسْتَدْرَجَ) berarti menipu.
Kata ini kemudian diklasifikasikan kedalam nomina, menjadi Istidraj (اِسْتِدْرَاجٌ) yang memiliki arti pemberian kemewahan pada orang yang tidak taat terhadap Tuhan sebagai ujian baginya; tipuan'.
Baca juga: Pengertian Itikaf dan Tata Cara Pelaksanakannya yang Benar
Baca juga: Pengertian Fidyah dan Cara Membayarnya yang Perlu Diketahui
Baca juga: Pengertian Taaruf, Identik Dengan Proses Mencari Pasangan, Ternyata Ini Artinya, Milenial Harus Tahu
Istidraj kemudian diserap kedalam bahasa Indonesia yang memiliki arti hal atau keadaan luar biasa yang diberikan Allah Swt kepada orang kafir sebagai ujian sehingga mereka takabur dan lupa diri kepada Tuhan.
Istidraj adalah semacam perangkap bagi manusia di mana mereka yang durhaka kepada Allah SWT dengan tidak menjalankan kewajiban serta syariatnya tampak semakin makmur, sehat dan sejahtera.
Namun, sejatinya peningkatan kemakmuran yang terus beranjak naik bahkan melimpah tersebut merupakan penundaan azab dari Allah yang pada gilirannya lebih dahsyat menimpa yang bersangkutan.
Dalam Al Quran, Istidraj tercantum dalam Surat Al An'am ayat 44-45 yang berbunyi sebagai berikut :
فَلَمَّا نَسُوْا مَا ذُكِّرُوْا بِهٖ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ اَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍۗ حَتّٰٓى اِذَا فَرِحُوْا بِمَآ اُوْتُوْٓا اَخَذْنٰهُمْ بَغْتَةً فَاِذَا هُمْ مُّبْلِسُوْنَ
fa lammā nasụ mā żukkirụ bihī fataḥnā 'alaihim abwāba kulli syaī`, ḥattā iżā fariḥụ bimā ụtū akhażnāhum bagtatan fa iżā hum mublisụn
Maka ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu (kesenangan) untuk mereka. Sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka secara tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam putus asa.
فَقُطِعَ دَابِرُ الْقَوْمِ الَّذِيْنَ ظَلَمُوْاۗ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
fa quṭi'a dābirul-qaumillażīna ẓalamụ, wal-ḥamdu lillāhi rabbil-'ālamīn
Maka orang-orang yang zalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Dan segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.
Dihimpun dari berbagai sumber, berikut ini ciri-ciri seseorang yang sedang mengalami Istidraj.
- Jarang ataupu sama sekali tak pernah beribadah, namun nikmat hidup selalu bertambah
- Banyak mengerjakan maksiat namun selalu dilimpahi ketenangan
- Kondisi fisik selalu sehat bugar dan jarang sakit
Nah bagi anda yang saat ini sedang diluputi kebahagiaan, kesejahteraan dan rezeki yang melimpah namun jarang atau tidak sama sekali menjalankan kewajiban beribadah kepada Allah SWT, harus diwaspadai karena bisa jadi kamu mengalami Istidraj.